PANTAU FINANCE – Dalam persiapannya untuk mencalonkan diri lagi sebagai Gubernur Lampung pada Pilgub 2024, Arinal Djunaidi menghadirkan janji-janji baru yang menarik perhatian publik.
Meskipun pada periode sebelumnya, Arinal dikenal telah mengemban 33 janji untuk kemajuan Lampung, namun evaluasi terhadap kinerjanya menunjukkan banyak janji yang belum terealisasi.
Diantara janji-janji tersebut adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani Lampung, yang sayangnya masih terbengkalai. Keputusan yang kontroversial terkait pembebasan lahan di Kota Baru menjadi salah satu contoh nyata ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan Arinal.
Selain itu, infrastruktur Lampung juga masih memprihatinkan, khususnya kondisi jalan yang tidak mengalami perbaikan signifikan. Kerusakan parah pada jalan provinsi menjadi sorotan, bahkan sampai mencuat dalam perbincangan nasional setelah diperhatikan oleh Presiden Joko Widodo sendiri.
Ketika mencalonkan diri untuk periode kedua, Arinal kembali menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan 33 janji yang belum terpenuhi. Namun, hal ini menuai kritik tajam dari sebagian netizen, yang menyebutnya sebagai bukti kegagalan Arinal dalam memimpin Lampung.
Dengan dinamika politik yang semakin intens, menjadi tugas Arinal untuk meyakinkan publik bahwa janji-janji barunya tidak sekadar retorika, tetapi akan diwujudkan dalam aksi nyata untuk kemajuan Lampung.***











