• Redaksi
  • Tentang Kami
Tuesday, October 6, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

Sensus Ekonomi dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pendataan Pemerintah

MeldabyMelda
June 25, 2026
in Berita
A A
Sensus Ekonomi dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pendataan Pemerintah
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE- Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi sebagai fondasi utama dalam menyusun kebijakan pembangunan. Secara teori, program ini memang terdengar ideal. Data yang dikumpulkan diklaim akan menjadi dasar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), bantuan UMKM, pelatihan usaha, hingga perencanaan infrastruktur yang lebih tepat sasaran. Bahkan pemerintah menyebut sensus ekonomi sebagai peta besar untuk mengetahui kondisi riil dunia usaha dari tingkat mikro hingga korporasi besar.

Namun di balik tujuan yang tampak mulia tersebut, muncul pertanyaan yang semakin sering terdengar dari masyarakat. Apakah sensus ekonomi benar-benar dirancang untuk memahami kesulitan rakyat, atau justru lebih fokus memetakan aset dan kemampuan ekonomi warga? Pertanyaan ini muncul karena banyak responden mengaku pertanyaan yang diajukan petugas sering kali menyentuh wilayah yang dianggap sangat pribadi. Mulai dari pekerjaan suami atau istri, jumlah penghasilan, penggunaan listrik, kepemilikan kendaraan, jenis bahan bakar rumah tangga, hingga status kepemilikan rumah.

” Pusing banget ditanya apa pekerjaan suami, berapa gajinya, pakai AC atau tidak, berapa token listrik sebulan, pakai gas apa, berapa kendaraan yang dimiliki, ada mobil atau tidak, rumah milik pribadi atau bukan. Pertanyaannya bikin risih dan buang-buang waktu,” keluh salah satu warga yang merasa tidak nyaman saat didatangi petugas pendataan dari rumah ke rumah. Keluhan semacam ini bukan kasus tunggal. Di berbagai daerah, muncul keresahan serupa karena masyarakat merasa privasinya terlalu dalam diungkap untuk sebuah program yang manfaat langsungnya belum mereka rasakan.

BeritaTerkait

Jangan Lupakan Akar Budaya, SMK Mathla’un Nur Hidupkan Semangat Melestarikan Batik

Bayu Teguh Pranoto Perkuat Keahlian Mediasi, Tekankan Pentingnya Menjaga Persaudaraan PSHT

Dua Kepala SMK Muhammadiyah Wakili Metro dalam Rakornas Sekolah/Madrasah Muhammadiyah

Keresahan itu bahkan berkembang menjadi bentuk penolakan terbuka. Ada warga yang menempelkan tulisan tangan di depan rumahnya yang berisi penolakan terhadap petugas sensus. Alasannya sederhana namun mencerminkan kecurigaan yang cukup luas: mereka khawatir data yang dikumpulkan akan menjadi dasar munculnya kebijakan pajak baru di masa depan. Ketidakpercayaan ini semakin menguat setelah beredar pernyataan bahwa pemerintah perlu mengetahui aktivitas ekonomi masyarakat yang berkembang melalui platform digital dan marketplace. Bagi sebagian warga, logika tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Jika seseorang memperoleh penghasilan besar dari hasil kerja keras dan usaha yang sah, mengapa hal itu harus menjadi perhatian khusus negara?

Di sisi lain, pemerintah tentu memiliki alasan kuat mengapa sensus ekonomi tetap dilakukan. Tanpa data yang lengkap, kebijakan sering kali salah sasaran. Bantuan UMKM bisa jatuh kepada pihak yang tidak membutuhkan, sementara pelaku usaha kecil yang benar-benar kesulitan justru terlewat. Masalahnya, manfaat jangka panjang tersebut harus berhadapan dengan biaya pelaksanaan yang sangat besar. Negara menghabiskan anggaran tidak sedikit untuk mendata jutaan unit usaha secara langsung. Ironisnya, hasil yang diperoleh belum tentu sepenuhnya akurat karena sangat bergantung pada kejujuran responden. Jika masyarakat tidak percaya kepada tujuan pendataan, maka kemungkinan muncul jawaban yang tidak sesuai fakta juga semakin besar.

Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah substansi pertanyaan itu sendiri. Banyak warga menilai sensus ekonomi terlalu sibuk menanyakan apa yang dimiliki masyarakat, tetapi jarang menggali apa yang sebenarnya menjadi masalah mereka. Berapa gram emas yang dimiliki, berapa kendaraan yang dipunyai, berapa besar konsumsi listrik, sering kali dianggap lebih penting daripada pertanyaan mengenai kesulitan modal usaha, hambatan pemasaran, tingginya harga bahan baku, atau beratnya persaingan ekonomi yang mereka hadapi setiap hari. Akibatnya muncul kesan bahwa negara lebih tertarik menghitung aset daripada mendengarkan keluhan rakyat.

Di sinilah letak tantangan terbesar pemerintah. Sensus ekonomi seharusnya tidak hanya menjadi alat pengumpulan angka dan statistik, tetapi juga sarana membangun kepercayaan publik. Ketika masyarakat mulai mempertanyakan tujuan pendataan, merasa terganggu, bahkan curiga terhadap motif di baliknya, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar kualitas data, melainkan legitimasi kebijakan itu sendiri. Sebab pada akhirnya, data yang baik tidak hanya lahir dari formulir yang lengkap, melainkan dari rasa percaya bahwa informasi yang diberikan benar-benar digunakan untuk membantu rakyat, bukan sekadar menambah daftar panjang administrasi negara.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: #EkonomiIndonesia#UMKMBPSDataStatistikKebijakanPublikPrivasiDataSensusEkonomi
ShareTweetSendShare
Previous Post

IDI Probolinggo Dukung Penegakan Hukum, Namun Tolak Kriminalisasi Dokter

Next Post

Ketika Tetangga Mendengar Hantaman Tembok, Tapi Tidak Ada yang Bertindak

Next Post
Ketika Tetangga Mendengar Hantaman Tembok, Tapi Tidak Ada yang Bertindak

Ketika Tetangga Mendengar Hantaman Tembok, Tapi Tidak Ada yang Bertindak

Suoh–Sekincau Pasca-PSPE: Kepastian Hukum, Perlindungan Lingkungan, dan Tata Kelola Jadi Sorotan

Suoh–Sekincau Pasca-PSPE: Kepastian Hukum, Perlindungan Lingkungan, dan Tata Kelola Jadi Sorotan

ABR Indonesia: Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lampung Perlu Diusut Berdasarkan Bukti dan Asas Praduga Tak Bersalah

ABR Indonesia: Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lampung Perlu Diusut Berdasarkan Bukti dan Asas Praduga Tak Bersalah

Puluhan Kepala SD di Natar Diduga Pelesiran Saat Jam Kerja, Publik Tunggu Penjelasan Dinas Pendidikan

Puluhan Kepala SD di Natar Diduga Pelesiran Saat Jam Kerja, Publik Tunggu Penjelasan Dinas Pendidikan

Proyek Puskesmas hingga Dugaan Pungli, LSM PRO RAKYAT Minta Kejati Periksa Dinkes Lamsel

Proyek Puskesmas hingga Dugaan Pungli, LSM PRO RAKYAT Minta Kejati Periksa Dinkes Lamsel

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Sastra dari Bandar Lampung Menembus Eropa, Montana Karya Muhammad Alfariezie Tercatat di Leiden

Sastra dari Bandar Lampung Menembus Eropa, Montana Karya Muhammad Alfariezie Tercatat di Leiden

October 5, 2026
Jangan Lupakan Akar Budaya, SMK Mathla’un Nur Hidupkan Semangat Melestarikan Batik

Jangan Lupakan Akar Budaya, SMK Mathla’un Nur Hidupkan Semangat Melestarikan Batik

October 4, 2026
Bayu Teguh Pranoto Perkuat Keahlian Mediasi, Tekankan Pentingnya Menjaga Persaudaraan PSHT

Bayu Teguh Pranoto Perkuat Keahlian Mediasi, Tekankan Pentingnya Menjaga Persaudaraan PSHT

October 1, 2026

Dua Kepala SMK Muhammadiyah Wakili Metro dalam Rakornas Sekolah/Madrasah Muhammadiyah

September 30, 2026
Politik 2029 Mulai Dibuka, GEMA PUAN Dorong Puan Maharani Jadi Figur yang Diperhitungkan

Politik 2029 Mulai Dibuka, GEMA PUAN Dorong Puan Maharani Jadi Figur yang Diperhitungkan

September 30, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In