• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, September 2, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

70 Persen Praktik, 30 Persen Teori, SMK Taruna Bumi Metro Fokus Bangun Skill dan Karakter Siswa

MeldabyMelda
September 1, 2026
in Berita
A A
70 Persen Praktik, 30 Persen Teori, SMK Taruna Bumi Metro Fokus Bangun Skill dan Karakter Siswa
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut tidak hanya menghasilkan siswa yang pintar secara teori, tetapi juga punya skill yang benar-benar bisa dipakai saat masuk dunia kerja.

Hal itulah yang terus dibangun SMK Taruna Bumi Metro.

Sekolah yang sudah beroperasi sejak 1977 tersebut konsisten mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan dengan pendekatan yang dekat dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari maupun dunia industri.

BeritaTerkait

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Usai, SMPN 2 Kalianda Tarik Semua Buku dari Siswa

Dari Bumiarum untuk Pringsewu, 1,65 Juta Kg Beras Disiapkan untuk Warga

Hampir lima dekade berdiri, SMK Taruna Bumi Metro tidak ingin pendidikan hanya berhenti pada nilai di atas kertas.

Kepala SMK Taruna Bumi Metro, Mahdalena Utami, S.Pd., Ing., mengatakan sekolah memiliki komitmen membekali peserta didik dengan kecakapan hidup atau life skill secara integratif.

Menurutnya, siswa SMK harus punya kombinasi kemampuan. Bukan hanya menguasai teori dan keterampilan teknis, tetapi juga mampu berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi dan bersosialisasi.

“SMK Taruna Bumi adalah salah satu lembaga penyelenggara pendidikan yang beroperasi sejak tahun 1977 dan hingga saat ini masih terus beroperasional. Sebagai lembaga pendidikan, kami terpanggil untuk berperan serta membekali tamatan dengan kecakapan hidup secara integratif,” ujar Mahdalena.

Konsep tersebut kemudian diterapkan melalui pengembangan soft skill, thinking skill, keterampilan sosial, kemampuan akademik hingga keterampilan vokasional.

Dengan pola tersebut, siswa tidak hanya dipersiapkan agar bisa bekerja, tetapi juga memiliki bekal untuk menghadapi berbagai tantangan ketika sudah terjun ke masyarakat.

70 Persen Praktik, Siswa Tak Cuma Belajar dari Buku

Salah satu hal yang menjadi karakter kuat pembelajaran di SMK Taruna Bumi Metro adalah porsi praktik yang lebih besar.

Sekolah menerapkan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori, terutama pada pembelajaran yang berkaitan dengan kompetensi keahlian.

Artinya, siswa tidak melulu duduk di kelas mendengarkan penjelasan guru.

Mereka juga diajak langsung berhadapan dengan mesin, peralatan, hingga proses kerja yang sesuai dengan bidang keahlian.

Salah satu kompetensi yang dikembangkan adalah Teknik Kendaraan Ringan.

Di bidang ini, siswa diperkenalkan lebih jauh dengan dunia otomotif melalui berbagai kegiatan praktik.

Salah satu program yang menjadi bagian dari pembelajaran adalah overhaul mesin mobil.

Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar memahami mesin secara langsung, mulai dari pemeriksaan, pembongkaran, perawatan hingga memahami kembali sistem kerja mesin.

Tidak berhenti di sana, siswa kelas X juga mendapatkan latihan mengemudi mobil.

Sejak awal masuk sekolah, mereka sudah diperkenalkan dengan keterampilan yang memiliki hubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari sekaligus kebutuhan dunia kerja.

Bagi sekolah, teori tetap menjadi dasar penting. Namun, praktik menjadi kesempatan bagi siswa untuk membuktikan apakah ilmu yang dipelajari benar-benar bisa diterapkan.

Teaching Factory Bikin Siswa Makin Dekat dengan Dunia Kerja

Untuk memperkuat pengalaman praktik, SMK Taruna Bumi Metro juga mengembangkan Teaching Factory atau TEFA.

Program ini dirancang agar suasana belajar siswa semakin dekat dengan pola kerja yang ada di dunia industri.

Salah satu keterampilan yang dikembangkan melalui TEFA adalah pekerjaan logam, termasuk welding atau pengelasan.

Di sini siswa tidak hanya dituntut bisa menghasilkan sebuah pekerjaan.

Mereka juga belajar mengenai ketelitian, keselamatan kerja, kedisiplinan, kualitas hasil pekerjaan dan tanggung jawab terhadap proses.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting agar siswa tidak terlalu kaget ketika nantinya masuk ke lingkungan kerja yang sebenarnya.

Sejak di bangku sekolah, mereka sudah dikenalkan bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang bisa bekerja, tetapi juga membutuhkan sikap profesional.

UKK Pakai Kompetensi yang Benar-Benar Dipelajari

Kesiapan praktik siswa juga terlihat dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian atau UKK.

Setiap tahun, peserta didik mengikuti pengujian kompetensi dengan mengambil paket overhaul mesin mobil sebagai salah satu bentuk pengukuran kemampuan.

Pemilihan paket tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kompetensi yang selama ini dipelajari siswa.

Dengan begitu, kemampuan mereka tidak hanya dinilai dari seberapa banyak teori yang dihafalkan, tetapi juga dari kemampuan mengerjakan pekerjaan sesuai bidang keahliannya.

Bagi Mahdalena, seluruh rangkaian pendidikan tersebut pada akhirnya memiliki satu tujuan utama, yakni menghasilkan lulusan yang punya daya guna.

Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan yang dikembangkan SMK Taruna Bumi Metro diarahkan agar lulusan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan ketika memasuki dunia kerja maupun saat kembali ke tengah masyarakat.

Berdiri Sejak 1977, Tetap Adaptif dengan Zaman

SMK Taruna Bumi Metro berlokasi di Jalan KH Dewantara, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.

Sekolah tersebut berada di belakang Universitas Muhammadiyah Kampus 1 dan berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Metro.

Bagi sekolah yang sudah berdiri sejak 1977, perjalanan panjang bukan sekadar soal usia.

Hampir lima dekade menjadi waktu bagi SMK Taruna Bumi Metro untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, kebutuhan dunia pendidikan dan perubahan dunia kerja.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, sekolah berupaya memastikan keterampilan siswa tetap relevan.

Sebab kebutuhan industri terus bergerak. Skill yang dibutuhkan hari ini belum tentu sama dengan kebutuhan beberapa tahun ke depan.

Karena itu, siswa juga dibekali kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Pada akhirnya, pendidikan vokasi bukan cuma soal mendapatkan ijazah.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seorang lulusan memiliki kemampuan untuk bekerja, berpikir, berkomunikasi, berkolaborasi dan menghadapi tantangan baru.

Di SMK Taruna Bumi Metro, proses itu dibangun melalui pengalaman nyata.

Suara mesin di bengkel, praktik membongkar mesin, latihan mengemudi hingga percikan pengelasan menjadi bagian dari proses siswa menempa kemampuan dan kepercayaan dirinya.

Sekolah ingin memastikan setiap lulusan membawa bekal yang lebih dari sekadar nilai akademik.

Ada keterampilan, pengalaman, kemampuan beradaptasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Itulah semangat yang terus dijaga SMK Taruna Bumi Metro sejak 1977: membangun skill hari ini agar generasi muda lebih siap berdiri dan menghadapi masa depan.

Source: ALFARIEZIE
Tags: Berita LampungBerita MetroDunia IndustriKOTA METROOtomotif MetroOverhaul Mesin MobilPendidikan Kejuruanpendidikan LampungPendidikan VokasiSekolah Kejuruan MetroSekolah Siap KerjaSMK di MetroSMK Taruna BumiSMK Taruna Bumi MetroTeaching FactoryTEFATeknik Kendaraan RinganUji Kompetensi KeahlianUKK SMK
ShareTweetSendShare
Previous Post

Suherman Siap Perjuangkan Keluhan Warga Banyumas dan Pagelaran Utara, Jalan Rusak hingga BPJS Jadi Sorotan

Next Post

Bukan Cuma Karhutla, Warga Pringsewu Bongkar Keluhan soal Mobil Damkar

Next Post
Bukan Cuma Karhutla, Warga Pringsewu Bongkar Keluhan soal Mobil Damkar

Bukan Cuma Karhutla, Warga Pringsewu Bongkar Keluhan soal Mobil Damkar

Bukan Cuma Petugas, Warga Rajabasa Diminta Jadi “Alarm Pertama” Cegah Karhutla

Bukan Cuma Petugas, Warga Rajabasa Diminta Jadi "Alarm Pertama" Cegah Karhutla

Dari Bumiarum untuk Pringsewu, 1,65 Juta Kg Beras Disiapkan untuk Warga

Dari Bumiarum untuk Pringsewu, 1,65 Juta Kg Beras Disiapkan untuk Warga

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Usai, SMPN 2 Kalianda Tarik Semua Buku dari Siswa

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Usai, SMPN 2 Kalianda Tarik Semua Buku dari Siswa

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

September 2, 2026
Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Usai, SMPN 2 Kalianda Tarik Semua Buku dari Siswa

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Usai, SMPN 2 Kalianda Tarik Semua Buku dari Siswa

September 1, 2026
Dari Bumiarum untuk Pringsewu, 1,65 Juta Kg Beras Disiapkan untuk Warga

Dari Bumiarum untuk Pringsewu, 1,65 Juta Kg Beras Disiapkan untuk Warga

September 1, 2026
Bukan Cuma Petugas, Warga Rajabasa Diminta Jadi “Alarm Pertama” Cegah Karhutla

Bukan Cuma Petugas, Warga Rajabasa Diminta Jadi “Alarm Pertama” Cegah Karhutla

September 1, 2026
Bukan Cuma Karhutla, Warga Pringsewu Bongkar Keluhan soal Mobil Damkar

Bukan Cuma Karhutla, Warga Pringsewu Bongkar Keluhan soal Mobil Damkar

September 1, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In