• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, September 2, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Usai, SMPN 2 Kalianda Tarik Semua Buku dari Siswa

MeldabyMelda
September 1, 2026
in Berita
A A
Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Usai, SMPN 2 Kalianda Tarik Semua Buku dari Siswa
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE — Polemik penjualan buku pelajaran di SMP Negeri 2 Kalianda, Lampung Selatan, belum selesai. Justru, munculnya informasi dari grup wali murid membuat persoalan ini makin ramai dibahas.

Sebelumnya, pihak SMPN 2 Kalianda menyampaikan bahwa sekolah tidak mengetahui adanya transaksi penjualan buku kepada siswa. Pihak sekolah juga menyebut penyedia buku hanya mendapatkan izin untuk melakukan sosialisasi.

Namun, informasi yang ditemukan dari komunikasi di salah satu grup kelas SMPN 2 Kalianda membuat pernyataan tersebut kini dipertanyakan.

BeritaTerkait

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

Dari Bumiarum untuk Pringsewu, 1,65 Juta Kg Beras Disiapkan untuk Warga

Bukan Cuma Petugas, Warga Rajabasa Diminta Jadi “Alarm Pertama” Cegah Karhutla

Dalam grup tersebut, wali murid disebut sudah mendapatkan informasi bahwa akan ada penyedia buku dari luar yang datang ke sekolah dan menawarkan buku kepada siswa dengan harga Rp70 ribu.

“Assalamualaikum. Bapak/ibu, berkaitan dengan pembelian buku. Ini tidak diwajibkan untuk membeli, yang mau saja pak/bu. Karena memang ada penyedia buku dari luar yang datang ke sekolah menawarkan buku ke anak-anak,” demikian isi pesan yang beredar di grup tersebut.

Pesan ini kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan wali murid. Salah satu anggota grup bahkan mempertanyakan buku seharga Rp70 ribu itu untuk mata pelajaran apa serta apakah isinya sesuai dengan kurikulum yang digunakan sekolah.

Di sisi lain, Kepala SMPN 2 Kalianda Yulinda sebelumnya memberikan klarifikasi kepada media lokal mengenai persoalan tersebut.

“Sumpah demi Allah saya tidak tahu kalau mereka jual buku ke siswa. Awalnya mereka izin sosialisasi. Kami mengakui kesalahan kami memberikan izin sosialisasi,” ujar Yulinda seperti dikutip salah satu media lokal.

Pernyataan serupa juga disampaikan kepada media lainnya. Pihak sekolah menegaskan bahwa pedagang buku hanya diberikan izin melakukan sosialisasi dan bukan izin untuk berjualan di lingkungan sekolah.

Perbedaan informasi inilah yang kemudian menjadi sorotan. Apalagi, adanya pesan kepada wali murid mengenai rencana penawaran buku menjadi bagian yang perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Publik kini menunggu penjelasan lebih detail mengenai bagaimana proses tersebut berlangsung dan sejauh mana pihak sekolah mengetahui adanya aktivitas penjualan buku kepada siswa.

Praktisi hukum sekaligus pengamat sosial asal Kalianda, Napoleon Bonaparte, SH., MH., turut menyoroti persoalan tersebut.

Menurut Napoleon, aktivitas jual beli di lingkungan sekolah perlu dilihat berdasarkan regulasi yang berlaku. Ia menilai persoalan tersebut tidak semestinya berhenti hanya karena buku ditarik dan uang dikembalikan kepada siswa.

“Itu lex specialis derogat legi generali, aturan bersifat khusus yang mengharamkan praktik jual beli dalam sekolah,” ujar Napoleon yang kini bermukim di Jakarta.

Ia juga mengingatkan agar persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi supaya kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.

“Pengembalian buku dan uang ke murid bukan satu alasan selesainya masalah. Jika begitu kelak akan terulang lagi, bisa jadi ke sekolah-sekolah lain. Langgar peraturan, balikin, hukum sepertinya jadi mainan,” tegasnya.

Sekda Minta Disdik Turun Tangan

Polemik tersebut akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto mengatakan akan meminta Dinas Pendidikan melakukan klarifikasi secara mendalam terkait persoalan penjualan buku di SMPN 2 Kalianda.

“Nanti saya minta Kadisdik lakukan klarifikasi mendalam atas permasalahan ini,” ujar Supriyanto.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kronologi penjualan buku, termasuk mekanisme masuknya penyedia buku ke lingkungan sekolah.

Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan pihak sekolah telah menarik seluruh buku yang sebelumnya dijual kepada siswa.

Sejumlah wali murid juga mengaku mendapatkan informasi bahwa mereka akan dikumpulkan untuk membahas pengembalian buku sekaligus uang pembelian.

“Hari ini katanya semua buku ditarik semua. Besok kami wali murid akan dikumpulkan, mungkin untuk mengembalikan uangnya,” ujar beberapa wali murid.

Dengan adanya penarikan buku dan rencana pengembalian uang, polemik memang diharapkan segera mereda.

Namun, persoalan utama kini justru bergeser pada klarifikasi mengenai proses dan pihak yang mengetahui aktivitas tersebut.

Apakah benar pihak sekolah sama sekali tidak mengetahui adanya penjualan buku, atau terdapat miskomunikasi dalam pemberian izin kepada penyedia?

Jawaban atas pertanyaan tersebut masih menunggu hasil klarifikasi Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

Yang jelas, persoalan ini menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas komersial di lingkungan satuan pendidikan perlu memiliki kejelasan prosedur, izin, serta transparansi agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

(***)

Source: RUDI SUHAIMI
Tags: berita KaliandaBerita Lampung Selatanberita Lampung terkini.buku pelajaranbuku Rp70 ribuDinas Pendidikan Lampung SelatanDisdik LamselKaliandaLampung SelatanLAMSELNapoleon Bonapartependidikan Lampung Selatanpenjualan buku sekolahpolemik SMPN 2 KaliandaSekda Lampung Selatansiswa SMPSMP Negeri 2 KaliandaSMPN 2 KaliandaSupriyantoWali MuridYulinda
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dari Bumiarum untuk Pringsewu, 1,65 Juta Kg Beras Disiapkan untuk Warga

Next Post

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

Next Post
Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Selesai, Disdik Lamsel Siapkan Langkah Berikutnya

September 2, 2026
Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Usai, SMPN 2 Kalianda Tarik Semua Buku dari Siswa

Polemik Buku Rp70 Ribu Belum Usai, SMPN 2 Kalianda Tarik Semua Buku dari Siswa

September 1, 2026
Dari Bumiarum untuk Pringsewu, 1,65 Juta Kg Beras Disiapkan untuk Warga

Dari Bumiarum untuk Pringsewu, 1,65 Juta Kg Beras Disiapkan untuk Warga

September 1, 2026
Bukan Cuma Petugas, Warga Rajabasa Diminta Jadi “Alarm Pertama” Cegah Karhutla

Bukan Cuma Petugas, Warga Rajabasa Diminta Jadi “Alarm Pertama” Cegah Karhutla

September 1, 2026
Bukan Cuma Karhutla, Warga Pringsewu Bongkar Keluhan soal Mobil Damkar

Bukan Cuma Karhutla, Warga Pringsewu Bongkar Keluhan soal Mobil Damkar

September 1, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In