• Redaksi
  • Tentang Kami
Monday, July 6, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita Keuangan

Menteri Keuangan: Keseimbangan Primer APBN Berkilau dengan Surplus Rp 368,2 Triliun di Akhir Semester I-2023

ARIEF MULYADINbyARIEF MULYADIN
July 24, 2023
in Berita Keuangan
A A
Menteri Keuangan: Keseimbangan Primer APBN Berkilau dengan Surplus Rp 368,2 Triliun di Akhir Semester I-2023
ADVERTISEMENT

Jakarta, Pantau Finance – Kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terus menunjukkan tren positif hingga akhir semester I-2023. Tingginya penerimaan membawa APBN masih memiliki surplus, termasuk untuk keseimbangan primer.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa keseimbangan primer tercatat surplus sebesar Rp 368,2 triliun, naik 32% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022. “Dari sisi keseimbangan primer juga surplus Rp 368,2 triliun. Ini juga jauh lebih tinggi dari surplus keseimbangan primer tahun lalu yang mencapai Rp 279 triliun atau kenaikan 32%,” ungkapnya dalam konferensi pers APBN Kita melalui kanal YouTube Kementerian Keuangan pada Senin (24/7/2023).

Keseimbangan primer merupakan selisih dari total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Jika total pendapatan negara lebih besar daripada belanja negara di luar pembayaran bunga utang, maka keseimbangan primer akan positif, yang berarti masih tersedia dana yang cukup untuk membayar bunga utang.

BeritaTerkait

Perbandingan E-Wallet: Siapa yang Paling Unggul?

QRIS dan Masa Depan Pembayaran Nontunai di Indonesia

Risiko dan Keamanan Data di Era Digital Banking

Sebaliknya, jika total pendapatan negara lebih kecil daripada belanja negara di luar pembayaran bunga utang, maka keseimbangan primer akan negatif, yang berarti sudah tidak tersedia dana untuk membayar bunga utang. Dengan kata lain, sebagian atau seluruh bunga utang dibayar dengan penambahan utang baru.

Realisasi APBN menunjukkan bahwa pendapatan negara masih mampu tumbuh sebesar 5,4% dari Rp 1.336,1 triliun menjadi Rp 1.407,9 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp 1.105,6 triliun, tumbuh 5,4%, dan PNBP Rp 302,1 triliun, tumbuh 5,5%.

Sementara itu, dari sisi belanja negara, meskipun tipis, juga masih mampu tumbuh. Hingga akhir semester I-2023, belanja negara terealisasi sebesar Rp 1.255,7 triliun, tumbuh 0,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 1.244,9 triliun. Besarannya setara dengan 41% dari target belanja tahun ini, yaitu Rp 3.061,2 triliun.

Dengan kondisi penerimaan yang lebih tinggi daripada belanja, pemerintah, kata Sri Mulyani, tidak banyak mengeluarkan biaya untuk pembiayaan anggaran. Hingga semester I-2023, pembiayaan anggaran hanya mencapai Rp 135,1 triliun, turun 14,8% dari realisasi semester I-2022 yang sebesar Rp 158,6 triliun. Besarannya pun baru mencapai 22,6% dari target pembiayaan anggaran 2023 yaitu Rp 598,2 triliun.

“Oleh karena itu, kita melihat tren ini harus dijaga karena situasi global yang cenderung dengan kenaikan suku bunga tinggi dan volatilitas tinggi, maka eksposur ke pembiayaan utang harus terus dijaga pada level yang aman,” tegas Sri Mulyani.

Dari sisi perkembangan ekonomi makro, menurutnya, hingga semester I-2023 ini masih terkendali jika dibandingkan dengan asumsi dasar yang telah digariskan dalam APBN 2023. Misalnya, pertumbuhan ekonomi hingga kuartal I-2023 masih tumbuh 5,03% dari target keseluruhan tahun yaitu 5,3%.

Sementara itu, inflasi sudah sesuai dengan kisaran sasaran, yaitu 3,52% per Juni 2023 dari asumsi 3,6% secara tahunan atau year on year (yoy). Suku bunga SUN 10 tahun berada di level 6,61% ytd dari asumsi keseluruhan tahun ini sebesar 7,9%.

Sumber: CNBC

Tags: #APBN#BelanjaNegara #PembiayaanAnggaran#Inflasi #SukuBunga#KebijakanFiskal #EkonomiIndonesia#KeseimbanganPendapatanBelanja#KinerjaKeuangan#KondisiPerekonomian#PertumbuhanEkonomi#RealisasiAPBN#SriMulyaniIndrawati#SurplusKeseimbanganPrimer #PenerimaanTinggi
ShareTweetSendShare
Previous Post

IHSG Menguat di Awal Pekan: Potensi Penguatan Menuju Level 6.950

Next Post

Menjaga Keuangan di Era Digital

Next Post
Menjaga Keuangan di Era Digital

Menjaga Keuangan di Era Digital

Mengenal Reksadana: Investasi yang Semakin Populer di Kalangan Masyarakat

Mengenal Reksadana: Investasi yang Semakin Populer di Kalangan Masyarakat

Harga Emas Melemah Tipis, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga Fed dan ECB

Harga Emas Melemah Tipis, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga Fed dan ECB

DJP Siapkan Sistem Perpajakan Supercanggih

DJP Siapkan Sistem Perpajakan Supercanggih

Bursa Kripto Resmi Hadir di Indonesia

Bursa Kripto Resmi Hadir di Indonesia

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Ketika Tetangga Mendengar Hantaman Tembok, Tapi Tidak Ada yang Bertindak

Ketika Tetangga Mendengar Hantaman Tembok, Tapi Tidak Ada yang Bertindak

June 25, 2026
Sensus Ekonomi dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pendataan Pemerintah

Sensus Ekonomi dan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Pendataan Pemerintah

June 25, 2026
IDI Probolinggo Dukung Penegakan Hukum, Namun Tolak Kriminalisasi Dokter

IDI Probolinggo Dukung Penegakan Hukum, Namun Tolak Kriminalisasi Dokter

June 25, 2026
Rakyat Kecil, Harimau, dan Wali Kota: Dunia Puisi Muhammad Alfariezie

Rakyat Kecil, Harimau, dan Wali Kota: Dunia Puisi Muhammad Alfariezie

June 25, 2026
Literasi Jadi Kunci Kemajuan, Mengapa Anggaran Perpusda Lampung Justru Dipertanyakan?

Literasi Jadi Kunci Kemajuan, Mengapa Anggaran Perpusda Lampung Justru Dipertanyakan?

June 25, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In