Pantau Finance – Pada perdagangan awal pekan, Senin (24/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan. IHSG berhasil naik sebanyak 0,27% atau 18,59 poin, mencapai level 6.899,39 di akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/7).
Dalam perdagangan tersebut, sebanyak 306 saham tercatat mengalami kenaikan harga, sementara 222 saham mengalami penurunan, dan 216 saham stagnan dengan harga yang sama. Alrich Paskalis Tambolang, seorang Equity Research Analyst dari Phintraco Sekuritas, menyatakan bahwa penguatan IHSG berpotensi menghadapi strong resistance di kisaran 6.930-6.950. Selain itu, indikator Stochastic RSI telah memasuki wilayah overbought.
“Oleh karena itu, kami merekomendasikan untuk berhati-hati terhadap aksi profit taking saat IHSG mencapai area resistance tersebut pada Selasa (25/7),” ujarnya.
Dari sisi eksternal, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh sejumlah sentimen. Alrich memberikan contoh, seperti penurunan indeks manufaktur (flash) di Euro Area, Jerman, dan Inggris pada bulan Juli 2023. Hal ini memperkuat spekulasi pelaku pasar tentang kemungkinan perubahan arah kebijakan European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE).
Selain itu, realisasi inflasi di kawasan tersebut cenderung menurun lebih dalam dari perkiraan. ECB dijadwalkan untuk mengumumkan hasil pertemuannya pada tanggal 27 Juli 2023.
“Sebelum The Fed (26/7) dan ECB (27/7), Bank Indonesia (BI) akan lebih dulu menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 25 Juli 2023. Diperkirakan, BI akan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%,” kata Alrich.
Dari dalam negeri, terdapat sentimen positif yang berasal dari realisasi pertumbuhan penanaman modal asing sebesar 17,6% YoY dan penanaman modal dalam negeri sebesar 14,2% YoY pada kuartal II 2023. Data ini juga meredam kekhawatiran pasar terhadap outlook investasi di Indonesia menjelang tahun politik.
Alrich menyarankan para pelaku pasar untuk memperhatikan peluang rebound pada sejumlah saham, seperti ASII, TLKM, ACES, dan TOWR. Selain itu, juga terdapat potensi penguatan lanjutan pada saham SMGR, BDMN, TKIM, dan ESSA, pada Selasa (25/7).
Sebagai seorang Research Analyst dari Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani melihat dari segi teknikal bahwa momentum IHSG masih kuat saat ini. IHSG sedang berada dalam kondisi uptrend dan selama 3 hari perdagangan terakhir, IHSG terus menguat dan menunjukkan candle stick yang bullish (hijau).
“Berdasarkan MACD, juga masih memperlihatkan momentum yang kuat meskipun sudah berada di wilayah overbought. Signal MACD tetap kuat,” ujarnya.
Arjun memperkirakan, IHSG dapat menuju ke level 6.950 besok atau lusa.
Arjun merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk trading jangka pendek, yaitu PGAS, MEDC, dan ENRG. Selain itu, Arjun juga merekomendasikan saham ASII dan TLKM karena memiliki fundamental yang kuat dan valuasi yang menarik.
Dengan berbagai sentimen dan kondisi pasar yang harus diperhatikan, para investor perlu selalu waspada dan mengambil keputusan investasi dengan bijaksana. Pengamatan terhadap indikator teknikal dan fundamental merupakan hal penting untuk mencapai tujuan investasi dengan hasil yang optimal.
Sumber: Bloomberg, CNBC, Kontan









