JAKARTA, Pantau Finance – PT Pertamina (Persero) bersama INPEX Corporation siap mengembangkan bisnis di Lapangan Abadi Blok Masela dari hulu hingga hilirnya. Sebelumnya, telah dilakukan pengalihan Participating Interest dari Shell ke Pertamina Hulu Energi dan Petronas.
Pada rencana pengembangan Blok Masela, Pertamina berkolaborasi dengan INPEX yang antara lain meliputi perdagangan dan pengangkutan LNG dan produk lainnya serta penyediaan jasa kemaritiman, pembangkit listrik berbahan bakar gas dan energi terbarukan. Lalu, pemanfaatan dan penyimpanan karbon dan kredit karbon, pembangunan konstruksi pipa, termasuk pipa bawah laut, pengembangan kilang amonia, dan penyediaan kebutuhan bagi industri dan masyarakat sekitar.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengatakan sebagai BUMN, Pertamina hadir untuk memastikan pembangunan Blok Masela dapat berkontribusi bagi pertumbuhan Indonesia Timur dan mendukung ketahanan energi nasional melalui penyediaan LNG.
“Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina akan melibatkan semua lini bisnis untuk mendukung pengembangan Blok Masela, agar dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat dan kebutuhan energi nasional,” ujar Nicke dalam siaran pers Pertamina, Jumat (28/7/2023).
Menurut Nicke, pasokan LNG sangat penting untuk memperkuat pasokan gas yang diperlukan di era transisi energi. Selain pengembangan LNG Lapangan Abadi Blok Masela yang mengadopsi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) juga akan memproduksi green energy seperti hidrogen dan amonia.
“Proyek pengembangan LNG dari lapangan Abadi Blok Masela ini dapat mendukung tujuan Pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060,” ungkap Nicke.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menyampaikan dalam kesepakatan bersama INPEX, Pertamina juga akan menyediakan fasilitas pendukung antara lain penyediaan SDM, asuransi, jalur BBM dan pelumas, fasilitas kesehatan, serta perumahan.
“Anak Pertamina usaha di luar sektor energi akan terlibat dalam pengembangan Blok Masela. Ini sebagai komitmen Pertamina grup dalam mengembangkan lapangan hulu demi menjaga ketahanan energi nasional,” kata Fadjar.
Diketahui produksi tahunan proyek LNG diharapkan mencapai 9,5 juta ton per tahun atau setara dengan lebih dari 10% impor tahunan LNG Jepang. Lapangan gas abadi memiliki sumber daya gas unggulan di dunia dan cadangan yang melimpah, sehingga memungkinkan pengembangan yang efisien.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaianan Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini. ■









