Jakarta, Pantau Finance – Asisten Deputi Pembiayaan Wirausaha Kemenkop UKM, Edhi Kusdiyarwoko, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong bisnis UMKM melalui digitalisasi. Dalam upaya mencapai target ambisius, yakni 30 juta UMKM atau setengah dari total pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta, agar dapat berintegrasi dengan baik di ranah digital pada tahun 2024.
Untuk merealisasikan target tersebut, Edhi menyatakan pihaknya akan menjalin kerja sama dan sinergi dengan beberapa platform digital, termasuk Go-Jek, TikTok, dan lainnya. Dengan adanya sinergi yang berkelanjutan, diharapkan UMKM dapat dengan mudah bertransformasi menuju bisnis yang lebih berbasis digital.
“Dengan digitalisasi ini, kami berharap beberapa sektor dalam UMKM dapat terdigitalisasi dengan baik. Seperti cara mendapatkan pelanggan, mencari inovasi dari pendanaan, mengintegrasikan layanan internal, memperoleh pemasok, serta memfasilitasi analitik data dan logistik,” ungkap Edhi dalam Road To Tech Conference 2023 CNBC Indonesia pada Jumat (28/7/2023).
Selain itu, Kemenkop UKM juga menerapkan sistem pendanaan untuk UMKM dan startup kecil guna memperluas cakupan digitalisasi. Hingga saat ini, telah disalurkan pendanaan pembiayaan senilai Rp 17,2 Miliar ke UMKM.
“Ini akan terus bergerak hingga bulan Oktober mendatang. Harapannya adalah agar para pelaku UMKM dapat memperoleh pembiayaan. Di sisi lain, kami juga mendukung wirausaha melalui program KUR klaster di perbankan,” terangnya.
Dalam menghadapi persaingan dengan barang impor, Edhi menyatakan pihaknya terus memberikan pelatihan dan menciptakan pasar bagi para pelaku UMKM. Selain itu, ia juga terus mendorong produk-produk UMKM agar tetap dapat menembus pasar internasional melalui ekspor.
“Khusus untuk ekspor, kami bekerja sama dengan BNI xpora. Selain itu, Smesco, salah satu Badan Layanan Umum (BLU) kami, menjadi pusat keunggulan. Mereka mengkurasi produk-produk UMKM agar dapat diekspor ke pasar internasional,” tutupnya.











