Jakarta, Pantau Finance – Pemutusan hubungan kerja (PHK) atau layoff di industri financial technology (fintech) mengalami peningkatan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2022. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya pergantian model bisnis dalam industri tersebut.
Berdasarkan laporan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) atau AFTECH Annual Members Survey (AMS), tercatat 84% responden startup fintech melakukan layoff sepanjang tahun 2022. Bahkan, dari jumlah tersebut, 76% di antaranya tidak berencana untuk menambah tenaga kerja dalam waktu dekat.
Ketua Dewan Pengawas AFTECH, Rudiantara, mengungkapkan bahwa PHK yang terjadi di industri fintech merupakan hal yang wajar. Bahkan, jika dibandingkan dengan bisnis konvensional lainnya, PHK di industri fintech cenderung lebih banyak terjadi.
“Saat terjadi badai di perusahaan startup (tech winter), banyak yang melakukan rekalibrasi dan efisiensi di bidang biaya. Namun, setelah badai tersebut berlalu, perusahaan akan semakin resilient,” jelas Rudiantara dalam peluncuran laporan AMS 2022/2023, di Jakarta.
Rudiantara menyampaikan keyakinannya bahwa setelah masa sulit berlalu, perusahaan fintech akan semakin kuat dan mampu beradaptasi dengan baik. Para venture capital juga akan kembali mengalirkan dana investasi pada startup, terutama di sektor fintech.
Firlie Ganinduto, Wakil Sekretaris Jenderal II Aftech, menyatakan bahwa tren perusahaan fintech saat ini lebih mengutamakan profit and loss daripada value creation. Dengan adanya tech winter, investasi pada startup menjadi lebih selektif, dan perusahaan mulai menciptakan bisnis model yang lebih menguntungkan.
Firlie menyebut PHK sebagai langkah terbaik untuk mendorong pertumbuhan industri fintech yang lebih sehat. Dia juga berharap bahwa dalam waktu dekat, akan terjadi kenaikan tenaga kerja karena perusahaan telah menemukan bisnis model yang tepat.
Meskipun industri fintech mengalami tantangan dalam pergantian model bisnis dan efisiensi biaya, para pelaku industri ini optimis bahwa masa sulit telah berlalu, dan mereka siap untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.







