Jakarta, Pantau Finance – Harga emas tampaknya berada dalam kebuntuan, stagnan di tengah ketegangan pasar! Pelaku pasar yang gugup menanti data pengangguran AS yang berpotensi mengguncang pasar! Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan kenaikan sedikit dalam klaim tunjangan pengangguran, menambah ketidakpastian di pasar logam mulia ini. Data tenaga kerja menjadi penentu utama, sementara The Fed berada dalam permainan kebijakan moneter yang menegangkan.
Pada perdagangan Kamis (3/8/2023), harga emas di pasar spot mengalami kenaikan tipis sebesar 0,009% dan ditutup pada posisi US$ 1.933,74 per troy ons. Meskipun terjadi kenaikan, harga emas masih berada di level terendahnya selama tiga pekan.
Perdagangan hari ini, Jumat (4/82023), harga emas mengalami sedikit kenaikan lagi sebesar 0,05% dan berada di posisi US$ 1.934,71 per troy ons.
Pasar logam mulia seperti emas nampaknya masih tertahan karena para pelaku pasar menunggu data pengangguran dari Amerika Serikat (AS). Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah pekerja yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran sedikit meningkat pada pekan sebelumnya. Data klaim pengangguran pada periode pekan yang berakhir 30 Juli 2023 mencapai 227.000, mengalami kenaikan sebesar 6.000 klaim dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 221.000 klaim.
Data lain dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan adanya penurunan tajam dalam biaya tenaga kerja pada kuartal II-2023, yang disebabkan oleh peningkatan tajam dalam produktivitas pekerja. Data ini menambah laporan bulan sebelumnya yang menunjukkan moderasi signifikan dalam inflasi tahunan pada periode Juni 2023 serta pertumbuhan upah pada kuartal II-2023.
Tingkat pengangguran AS yang mencapai 3,6% pada Juni 2023 menjadi pertimbangan penting bagi bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dalam menentukan kebijakannya. Pasar menanti pengumuman data tingkat pengangguran hari ini, 4 Agustus 2023. Konsensus memperkirakan tingkat pengangguran tetap stagnan di 3,6%.
Data tenaga kerja ini memiliki potensi besar untuk mempengaruhi keputusan The Fed terkait kebijakan moneter. Jika angka pengangguran menurun lebih cepat dari ekspektasi, pasar dapat kecewa karena menandakan bahwa pasar tenaga kerja AS masih panas, dan inflasi sulit untuk menurun ke depan. Hal ini dapat membuka kemungkinan The Fed untuk tetap hawkish dalam kebijakannya.
Analis TD Securities, Ryan McKay, menyatakan bahwa fokus pada data tenaga kerja saat ini sangat tinggi, dan keputusan puncaknya akan diambil besok. Jika data menunjukkan kekuatan yang lebih dari ekspektasi, maka harga emas dapat terbebani dan berpotensi turun mendekati level bawah US$ 1.900. Namun, McKay juga menyatakan bahwa pasar masih optimis tentang kemungkinan akhir dari siklus kenaikan suku bunga, yang dapat mendorong harga emas naik.
Ketidakpastian di pasar emas meningkat karena para pelaku pasar menunggu data pengangguran AS yang akan menjadi penentu arah pergerakan harga emas ke depannya. Terlebih lagi, kebijakan moneter The Fed juga menjadi faktor kunci yang dapat mempengaruhi harga emas dalam waktu dekat. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada mengikuti perkembangan data ekonomi dan kebijakan The Fed untuk mengantisipasi pergerakan harga emas yang lebih jelas.









