Jakarta, Pantau Finance – Pada perdagangan Sabtu (5/8/2023), harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk., atau yang lebih dikenal dengan emas Antam, terpantau menguat. Data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, menyebutkan bahwa di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, harga emas satuan 1 gram pada hari itu dibanderol seharga Rp 1.074.000 per batang, mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000.
Penguatan harga emas Antam ini telah berlanjut sejak kemarin. Pada pekan ini, pergerakan harga emas Antam masih menunjukkan volatilitas.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan, ditetapkan sebesar Rp 953.000 per gram, naik Rp 5.000 dari perdagangan sebelumnya.
Harga emas Antam yang diperjual-belikan bervariasi berdasarkan ukurannya. Untuk informasi lebih lengkap mengenai harga emas hari ini, berikut adalah data harga emas per batang:
– 0.5 gram: Rp 587.000 (harga NPWP: Rp 588.468)
– 1 gram: Rp 1.074.000 (harga NPWP: Rp 1.076.685)
– 2 gram: Rp 2.088.000 (harga NPWP: Rp 2.093.220)
– 3 gram: Rp 3.107.000 (harga NPWP: Rp 3.114.768)
– 5 gram: Rp 5.145.000 (harga NPWP: Rp 5.157.863)
– 10 gram: Rp 10.235.000 (harga NPWP: Rp 10.260.588)
– 25 gram: Rp 25.462.000 (harga NPWP: Rp 25.525.655)
– 50 gram: Rp 50.845.000 (harga NPWP: Rp 50.972.113)
– 100 gram: Rp 101.612.000 (harga NPWP: Rp 101.866.030)
– 250 gram: Rp 253.765.000 (harga NPWP: Rp 254.399.413)
– 500 gram: Rp 507.320.000 (harga NPWP: Rp 508.588.300)
– 1000 gram: Rp 1.014.600.000 (harga NPWP: Rp 1.017.136.500)
Grafik pergerakan harga emas Antam juga menunjukkan penguatan yang sejalan dengan pergerakan harga emas acuan dunia pada perdagangan akhir pekan ini.
Pada perdagangan Jumat sebelumnya, harga emas di pasar spot ditutup menguat sebesar 0,4% menjadi US$ 1.940,86 per troy ons.
Penguatan ini dianggap cukup besar setelah harga emas cenderung stagnan pada perdagangan Kamis sebelumnya. Penguatan tersebut juga memutus koreksi yang terjadi dari Senin hingga Rabu pekan ini.
Rebound harga emas pada akhir pekan ini dipicu oleh laporan pekerjaan di Amerika Serikat (AS) yang sedikit lebih lemah dari perkiraan, sehingga menyebabkan dolar AS dan imbal hasil (yield) Treasury bergerak lebih rendah. Hal ini memberikan beberapa kelonggaran bagi harga emas yang sebelumnya berada di jalur terendah dalam enam pekan terakhir.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa periode Juli 2023, AS menambahkan 187.000 pekerjaan, di bawah perkiraan pasar yang mencapai 200.000. Meskipun pertumbuhan pekerjaan Juli sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan Juni, tingkat pengangguran AS turun sedikit menjadi 3,5%, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan tingkat pengangguran AS akan tetap di 3,6%.
Akibat dari rebound harga emas, dolar AS melemah 0,5% terhadap mata uang pesaingnya, sehingga membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, yield Treasury acuan tenor 10 tahun turun dari level tertingginya dalam sembilan bulan terakhir.
Dolar AS dan Treasury AS dianggap sebagai “musuh” dari emas, sehingga penurunan nilai keduanya membuat emas semakin menarik sebagai investasi. Selain itu, emas tidak menawarkan yield, sehingga penurunan yield membuat emas semakin menarik sebagai alternatif investasi.









