New York, Pantau Finance – Wall Street cenderung melemah pada hari Selasa (1/8) setelah dua indeks utama ditutup melemah di tengah ketergantungan pasar terhadap data pekerjaan Amerika Serikat (AS) dan laporan pendapatan perusahaan besar yang dijadwalkan dirilis menjelang akhir pekan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami kenaikan sebesar 71,15 poin atau 0,2%, mencapai 35.630,68, namun indeks S&P 500 justru mengalami penurunan sebesar 12,23 poin atau 0,27% ke level 4.576,73. Sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 62,11 poin atau 0,43% menjadi 14.283,91.
Pasar saham AS mengalami bulan Juli yang kuat, didukung oleh kinerja perusahaan yang melebihi perkiraan investor. Investor juga berharap adanya “soft landing” bagi perekonomian yang tetap tangguh saat inflasi mereda dengan kenaikan suku bunga.
S&P 500 mencatat level tertinggi dalam 16 bulan pada hari Senin (31/7) lalu, dan saat ini hanya kurang dari 5% lagi untuk mencapai rekor level penutupan tertinggi pada 3 Januari 2022.
Scott Ladner, kepala investasi dari Horizon Investments, mengatakan bahwa pasar saham saat ini cenderung merasa santai mengingat Agustus adalah bulan musiman yang biasanya lebih lemah.
Namun, ada beberapa saham yang berperan dalam membatasi kerugian pada indeks Dow Jones. Saham Caterpillar, misalnya, mengalami kenaikan sebesar 8,9% setelah melaporkan peningkatan laba di kuartal kedua, meskipun menghadapi penurunan berurutan dalam penjualan dan margin kuartal saat ini.
Di sektor farmasi, saham Pfizer melemah akibat pendapatan kuartalannya yang mengecewakan Wall Street, terutama karena penurunan penjualan produk COVID-19.
Pendapatan kuartal kedua di AS diperkirakan akan turun sebesar 5,9% dari tahun sebelumnya, menurut data Refinitiv, lebih baik daripada perkiraan sebelumnya yang menyebutkan penurunan 7,9%.
Sementara itu, sektor manufaktur AS menunjukkan tanda-tanda stabil pada level yang lebih lemah di bulan Juli, dengan pesanan baru yang membaik. Namun, survei juga menunjukkan pekerjaan pabrik turun ke level terendah dalam tiga tahun, menandakan adanya ancaman PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang semakin cepat.
Di tengah situasi ini, saham perusahaan dengan pertumbuhan megacap seperti Tesla dan Amazon.com mengalami pelemahan karena naiknya imbal hasil Treasury AS 10 tahun lebih dari 4%.
Saham Arista Networks, pembuat peralatan jaringan, malah melonjak sebesar 19,7% setelah memperkirakan pendapatan triwulanan yang melebihi perkiraan, berkat hasil yang lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya.
Namun, saham Norwegian Cruise Line dan JetBlue Airways mengalami penurunan masing-masing 12,1% dan 8,3% setelah kedua perusahaan tersebut mengeluarkan proyeksi laba yang di bawah perkiraan, karena dihadapkan pada biaya yang lebih tinggi dan penurunan hasil kerjasama.
Pasar saham AS saat ini menantikan data pekerjaan AS dan laporan pendapatan perusahaan besar yang dijadwalkan akan dirilis menjelang akhir pekan ini, yang dapat menjadi faktor penentu bagi arah pergerakan pasar keuangan.








