Jakarta, Pantau FInance – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa rencana penerapan mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) masih dalam pembahasan intensif. Selama konferensi pers KSSK pada hari Selasa (1/8), Perry menyebut bahwa pihak internal dan berbagai pihak internasional yang terkait telah berkepentingan dalam penerapan kebijakan mata uang rupiah digital tersebut.
“Proof of concept CBDC dalam tahap pematangan, kami baru saja menerima masukan dari industri pada akhir Juli lalu. Kami di BI tengah mempertimbangkan berbagai aspek yang akan dilakukan dalam implementasi rencana ini,” jelas Perry.
Dalam tahap pembahasan ini, Bank Indonesia melakukan tiga pertimbangan penting. Pertama, kesiapan sektor industri dalam menghadapi mata uang digital. Hal ini meliputi kesiapan teknologi yang akan digunakan, bahasa komunikasi yang akan diadopsi, dan implikasi secara keseluruhan dari penerapan CBDC.
Kedua, BI mempertimbangkan kesesuaian teknologi digital yang ada dengan tingkat global. Perry menegaskan bahwa kesiapan teknologi CBDC perlu dipersiapkan matang, karena CBDC tidak hanya akan digunakan dalam lingkup domestik, tetapi juga dapat beroperasi secara internasional, dalam istilah cross border.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak internasional, termasuk BIS (Bank for International Settlements), karena mereka juga sedang mengembangkan teknologi digital untuk CBDC,” tambahnya.
Ketiga, BI juga fokus pada penyusunan rencana pengembangan CBDC dalam jangka panjang. Ini meliputi pembuatan struktur model bisnis dan penyesuaian teknologi yang akan digunakan di masa depan.
“Persiapan ketiga hal ini sedang kami lakukan dengan sungguh-sungguh. Saatnya kami akan mengungkapkan lebih lanjut mengenai waktunya kapan CBDC akan diluncurkan,” ungkap Perry.
Rencana penerapan mata uang digital rupiah (CBDC) menjadi langkah strategis Bank Indonesia untuk menghadapi era digital yang semakin berkembang. Dalam konteks global, penerapan CBDC telah menjadi fokus utama bagi banyak bank sentral untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan memenuhi tuntutan ekonomi yang terus berubah.








