• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, September 13, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

Bingung! Pusat Pangkas TKD Lampung 580 Miliar, Tapi Sekolah Swasta Masih Gigit Jari

MeldabyMelda
October 9, 2025
in Berita
A A
Bingung! Pusat Pangkas TKD Lampung 580 Miliar, Tapi Sekolah Swasta Masih Gigit Jari
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE– Polemik anggaran kembali menghantam pendidikan di Provinsi Lampung. Pemerintah pusat memutuskan memangkas Transfer ke Daerah (TKD) Lampung senilai Rp580 miliar untuk tahun 2026. Keputusan ini diumumkan pada Rabu, 8 Oktober 2025, dan menjadi sorotan publik karena menimbulkan pertanyaan soal efisiensi serapan anggaran dan kesejahteraan pendidikan di daerah.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya, pemangkasan ini disebabkan rendahnya serapan anggaran oleh pemerintah daerah. “Serapan anggaran yang tidak maksimal menjadi alasan global pemangkasan TKD Lampung,” ungkapnya. Namun, keputusan ini memunculkan kebingungan di kalangan masyarakat dan pelaku pendidikan karena faktanya banyak sekolah swasta di Lampung yang masih menunggu dukungan dana operasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan kondisi yang lebih rinci. Ia menyebutkan bahwa SMA dan SMK swasta di seluruh provinsi Lampung sama sekali tidak menerima bantuan BOSDA pada tahun 2025. Selain itu, untuk tahun 2026, mereka juga dipastikan tidak akan menerima BOP (Bantuan Operasional Pendidikan). “Tahun ini alhamdulillah masih ada BOSDA, tapi hanya untuk sekolah negeri,” kata Thomas, Selasa, 9 September 2025, saat menghadiri kegiatan di Tubaba.

BeritaTerkait

Andri Saputra: Pramuka Jadi Ruang Nyata Siswa Belajar Disiplin dan Berani

Proyek Trotoar Sultan Agung Jadi Perhatian, Ormas Minta KPK dan BPK Turun Memeriksa

Janji Pengganti GOR Saburai dan Hibah Rp128,5 Miliar Jadi Sorotan, Publik Minta Keterbukaan

Menurut Thomas, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama. Pemerintah provinsi harus memprioritaskan sekolah negeri sebagai bagian dari pelayanan dasar wajib. Namun, keputusan ini meninggalkan pertanyaan besar: bagaimana nasib sekolah swasta yang juga menjadi bagian dari ekosistem pendidikan dan melayani ratusan ribu siswa?

Situasi ini menimbulkan kritik dari berbagai pihak. Praktis, pemangkasan TKD oleh pemerintah pusat mengurangi kemampuan Pemprov Lampung untuk menyalurkan bantuan pendidikan secara merata. Padahal, sekolah swasta memainkan peran penting dalam memperluas akses pendidikan, terutama di wilayah yang masih minim fasilitas. Ketiadaan BOSDA dan BOP untuk swasta berpotensi memperburuk ketimpangan pendidikan antara sekolah negeri dan swasta.

Pakar pendidikan juga menyoroti ketidakseimbangan ini. “Jika serapan anggaran jadi alasan pemangkasan, seharusnya ada evaluasi yang lebih mendalam, termasuk dukungan untuk meningkatkan kapasitas pemanfaatan dana di daerah, bukan langsung memangkasnya. Sekolah swasta tetap bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjamin pendidikan layak,” ujar seorang akademisi dari Universitas Lampung.

Dengan kondisi ini, masyarakat menunggu langkah konkret dari Pemprov Lampung agar pemangkasan TKD tidak berujung pada stagnasi kualitas pendidikan, terutama bagi siswa di sekolah swasta. Terlebih lagi, anggaran yang tersisa dari APBD harus bisa dimaksimalkan untuk mendukung semua jenjang pendidikan agar akses dan mutu pendidikan tetap terjaga.

Fenomena ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah pusat dan daerah: penyaluran dana pendidikan tidak boleh hanya mengandalkan serapan yang cepat, tetapi harus mempertimbangkan keadilan dan keberlanjutan layanan pendidikan bagi seluruh masyarakat.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Anggaran Pendidikan LampungBOP Sekolah SwastaBOSDA LampungKebijakan Fiskal DaerahPemangkasan TKD LampungPemerintah Provinsi LampungPendidikan Menengah Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Lapas Kalianda Tebar Kepedulian: Aksi Nyata Bantu Warga Sekitar Lewat Bakti Sosial

Next Post

SMA Negeri 1 Kebun Tebu Sukses Gelar Try Out Digital untuk Persiapan UTBK-SNBT 2026 dan TKA 2025

Next Post
SMA Negeri 1 Kebun Tebu Sukses Gelar Try Out Digital untuk Persiapan UTBK-SNBT 2026 dan TKA 2025

SMA Negeri 1 Kebun Tebu Sukses Gelar Try Out Digital untuk Persiapan UTBK-SNBT 2026 dan TKA 2025

Bandar Lampung Menanti Sejarah Besar! DPRD Ditantang Makzulkan Eva Dwiana di Tengah Skandal Sekolah Siger

Bandar Lampung Menanti Sejarah Besar! DPRD Ditantang Makzulkan Eva Dwiana di Tengah Skandal Sekolah Siger

Masa Depan Perumahan di Lampung: Tantangan, Peluang, dan Strategi Komprehensif

Kredit Program Perumahan (KPP): Harapan Baru Akses Pembiayaan Rumah untuk Masyarakat dan UMKM Lampung

Kader Senior PDI Perjuangan Lampung Serukan Evaluasi DPD Jelang Konferda, Usulkan Pergantian Kepemimpinan

Kader Senior PDI Perjuangan Lampung Serukan Evaluasi DPD Jelang Konferda, Usulkan Pergantian Kepemimpinan

Membangun Kembali Kota Baru Lampung Menuju Eco-Smart City Ramah Lingkungan: Mimpi Hijau Menuju 2045

Membangun Kembali Kota Baru Lampung Menuju Eco-Smart City Ramah Lingkungan: Mimpi Hijau Menuju 2045

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Andri Saputra: Pramuka Jadi Ruang Nyata Siswa Belajar Disiplin dan Berani

Andri Saputra: Pramuka Jadi Ruang Nyata Siswa Belajar Disiplin dan Berani

September 11, 2026
Proyek Trotoar Sultan Agung Jadi Perhatian, Ormas Minta KPK dan BPK Turun Memeriksa

Proyek Trotoar Sultan Agung Jadi Perhatian, Ormas Minta KPK dan BPK Turun Memeriksa

September 11, 2026
Janji Pengganti GOR Saburai dan Hibah Rp128,5 Miliar Jadi Sorotan, Publik Minta Keterbukaan

Janji Pengganti GOR Saburai dan Hibah Rp128,5 Miliar Jadi Sorotan, Publik Minta Keterbukaan

September 10, 2026
Konflik Kebun Sawit Bekri Bergulir, PTPN Diminta Tunjukkan Sertifikat dan Peta HGU

Konflik Kebun Sawit Bekri Bergulir, PTPN Diminta Tunjukkan Sertifikat dan Peta HGU

September 10, 2026
Jelang Pemilu 2029, Slogan Berkawan Selamanya Mulai Redup Digantikan Politik Identitas

Jelang Pemilu 2029, Slogan Berkawan Selamanya Mulai Redup Digantikan Politik Identitas

September 10, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In