• Redaksi
  • Tentang Kami
Saturday, May 16, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita Keuangan

The Fed Diproyeksikan Naikkan Suku Bunga 0,25%

ARIEF MULYADINbyARIEF MULYADIN
July 25, 2023
in Berita Keuangan, Investasi
A A
The Fed Diproyeksikan Naikkan Suku Bunga 0,25%
ADVERTISEMENT

Washington, Pantau Finance – Rabu ini, Bank Sentral Amerika Serikat, yang dikenal sebagai The Fed, diharapkan akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25%. Kebijakan ini diproyeksikan sebagai awal dari serangkaian kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun 2023. Menurut laporan dari Bloomberg, Ketua The Fed, Jerome Powell, tampaknya akan mendukung kebijakan kenaikan suku bunga ini. Pengumuman mengenai keputusan kebijakan moneternya dijadwalkan akan dilakukan pada Rabu pukul 2:00 siang waktu setempat.

Apabila prediksi tersebut menjadi kenyataan, maka ini akan menjadi kenaikan suku bunga ke-11 yang dilakukan oleh Bank Sentral AS dalam kurun waktu hampir satu setengah tahun terakhir. Akibatnya, suku bunga acuan atau suku bunga fed fund rate akan berada di kisaran 5,25%-5,50%, mencapai level tertinggi dalam 22 tahun terakhir.

Perlu ditekankan bahwa keputusan minggu ini nampaknya tidak akan disertai dengan proyeksi ekonomi dari para pejabat bank sentral. Sebelumnya, proyeksi bulan lalu telah menunjukkan bahwa dua kenaikan suku bunga tambahan akan diperlukan pada tahun 2023 guna membawa inflasi kembali ke target 2%.

BeritaTerkait

Menghindari Kesalahan Umum dalam Investasi

Perbandingan E-Wallet: Siapa yang Paling Unggul?

Investasi dan Teknologi Blockchain: Masa Depan Keuangan Digital

Berdasarkan data dari CME Group, pasar memberikan peluang sebesar 99,8% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada hari Rabu. Para pejabat The Fed telah beberapa kali menegaskan bahwa pergerakan suku bunga minggu ini akan menjadi awal dari proses menuju puncak kenaikan suku bunga. Jerome Powell sendiri baru-baru ini menyampaikan argumennya atas kenaikan suku bunga ini berdasarkan data ekonomi terbaru. Dia menyatakan, “Jika melihat data selama kuartal terakhir, terlihat pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan awal, begitu juga dengan pasar tenaga kerja yang lebih ketat dan inflasi yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan meskipun kebijakan saat ini ketat, namun ini belum cukup ketat.”

Sementara para pejabat The Fed juga telah menyampaikan sinyal yang konsisten mengenai kebijakan kenaikan suku bunga. Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, mengungkapkan pentingnya untuk menindaklanjuti sinyal yang telah disampaikan sejak bulan Juni lalu. Begitu pula dengan Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, yang mendukung dua kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. “Saya mendukung perlambatan laju pengetatan, namun juga menyadari bahwa kita mungkin akan membutuhkan beberapa kenaikan suku bunga lagi sepanjang tahun ini untuk menurunkan inflasi,” ujar Daly belum lama ini.

Para ekonom Wall Street memperkirakan bahwa pengumuman kenaikan suku bunga yang dijadwalkan pada hari Rabu ini akan menandai berakhirnya siklus kenaikan suku bunga agresif The Fed yang dimulai sejak Maret 2022 lalu. “Serangkaian angka inflasi selama beberapa bulan ke depan akan meyakinkan FOMC untuk membatalkan rencana pengetatan lebih lanjut setelahnya, langkah Fed berikutnya kemungkinan adalah penurunan suku bunga tahun depan,” kata Andrew Hunter, Wakil Kepala Ekonom AS di Capital Economics.

Pada awal bulan ini, data inflasi menunjukkan harga konsumen di bulan Juni naik pada laju paling lambat sejak Maret 2021, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) utama naik 3%. Jika dikeluarkan komponen biaya makanan dan gas, inflasi naik 4,8% dibandingkan tahun sebelumnya. The Fed sendiri menargetkan inflasi sebesar 2%.

Sementara Data Pengeluaran Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) yang merupakan ukuran inflasi yang lebih disukai oleh The Fed menunjukkan kenaikan harga-harga sebesar 4,6% dibandingkan tahun sebelumnya di bulan Mei.

Luke Tilley, Kepala Ekonom di Wilmington Trust, menyatakan bahwa kebijakan kenaikan suku bunga pada bulan Juli ini sekaligus menandai berakhirnya kampanye kenaikan suku bunga oleh The Fed. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh data inflasi yang telah menurun dan potensinya akan berada di bawah perkiraan The Fed dalam beberapa bulan mendatang, terutama dengan menurunnya harga sewa yang berdampak pada penurunan inflasi tajam di kuartal terakhir tahun ini. Oleh karena itu, Tilley memproyeksikan kenaikan suku bunga minggu ini sebagai langkah yang terlalu jauh, dan ia berpendapat bahwa “suku bunga saat ini seharusnya sudah mencapai puncaknya.”

Namun, tim ekonomi di Bank of America Global Research, yang dipimpin oleh Michael Gapen, memperkirakan The Fed akan mengikuti perkiraan saat ini. Mereka memproyeksikan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga minggu ini dan sekali lagi sebelum akhir tahun 2023. “Meskipun kami memperkirakan The Fed akan mempertahankan bias ke atas pada jalur suku bunga kebijakannya, Powell tidak akan banyak bicara mengenai seberapa banyak, dan kapan kenaikan suku bunga kebijakan tambahan akan dilakukan,” kata Gapen. Mereka memproyeksikan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September 2023 untuk kenaikan terakhir dalam siklus ini.

Namun, ada pandangan optimis dari Luke Tilley, yang berharap bahwa ekonomi dapat mencapai “soft landing,” di mana inflasi kembali ke target yang diinginkan oleh The Fed tanpa menyebabkan resesi. “Saya berada di sisi yang lebih optimis, karena data inflasi telah turun, bahkan dengan pasar tenaga kerja yang kuat, pendaratan lunak menjadi semakin nyata,” katanya.

Sumber : Bloomberg, CNBC, The Wall Street Journal, The New York Times, The Washington Post, Kontan

Tags: #BankofAmericaGlobalResearch#BankSentral#BankSentralAmerikaSerikat#BankSentralAS#Bloomberg#CapitalEconomics#CMEGroup#DataEkonomi#DataInflasi#DataInflasiPribadi#DataPCE#EkonomiAS#FOMC#IHKEksklusif#Inflasi#JeromePowell#KebijakanMoneter#KebijakanMoneterTheFed#KenaikanSukuBunga#KenaikanSukuBungaTheFed#KeputusanKebijakanMoneter#KrisisEkonomi#LorieLogan#MaryDaly#MichaelGapen#PasarTenagaKerja#PerekonomianAS#Powell#ProyeksiEkonomi#ProyeksiTheFed#ResesiEkonomi#SoftLanding#SukuBunga#TheFed#WallStreet#WilmingtonTrust
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mengenal Obligasi: Instrumen Investasi Stabil dengan Potensi Imbal Hasil Menarik

Next Post

Bank Indonesia Atur Ulang Kebijakan Biaya QRIS Berdasarkan Nilai Transaksi

Next Post
Bank Indonesia Atur Ulang Kebijakan Biaya QRIS Berdasarkan Nilai Transaksi

Bank Indonesia Atur Ulang Kebijakan Biaya QRIS Berdasarkan Nilai Transaksi

PT Mutuagung Lestari Berencana Melakukan IPO dan Emisi Waran Seri I

PT Mutuagung Lestari Berencana Melakukan IPO dan Emisi Waran Seri I

Mengenal Pasar Modal: Jendela Investasi untuk Pertumbuhan Keuangan Jangka Panjang

Mengenal Pasar Modal: Jendela Investasi untuk Pertumbuhan Keuangan Jangka Panjang

Mengajarkan Anak-anak tentang Pengelolaan Uang sejak Usia Dini

Mengajarkan Anak-anak tentang Pengelolaan Uang sejak Usia Dini

Mata Uang Kripto: Revolusi Digital dalam Sistem Keuangan Global

Mata Uang Kripto: Revolusi Digital dalam Sistem Keuangan Global

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Perwali Komite Gratis Terhambat, BOSDA 9,5 Miliar Belum Tersalurkan

Perwali Komite Gratis Terhambat, BOSDA 9,5 Miliar Belum Tersalurkan

April 8, 2026
Dugaan Penyimpangan Anggaran PTK, Akademisi Desak Kejati dan Polda Lampung Bertindak

Dugaan Penyimpangan Anggaran PTK, Akademisi Desak Kejati dan Polda Lampung Bertindak

April 8, 2026
Gema Puan Nilai Wacana Pemilu Ulang sebagai Ruang Evaluasi Demokrasi

Gema Puan Nilai Wacana Pemilu Ulang sebagai Ruang Evaluasi Demokrasi

April 7, 2026
Lampung Diwarnai Polemik, Dugaan Pelanggaran Sentuh Level Pimpinan

Lampung Diwarnai Polemik, Dugaan Pelanggaran Sentuh Level Pimpinan

April 7, 2026
Sengketa Lahan Lampung Selatan, Kuasa Hukum Minta Penegak Hukum Lebih Adil

Sengketa Lahan Lampung Selatan, Kuasa Hukum Minta Penegak Hukum Lebih Adil

April 6, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In