PANTAU FINANCE – Kisah tegang antara dua raksasa hiburan, HYBE dan ADOR, terus bergulir. Pada Senin, 22 April 2024, berita mengenai proses peninjauan kembali manajemen anak perusahaan HYBE, termasuk grup NewJeans, menjadi sorotan utama.
HYBE, agensi besar yang menaungi grup KPop terkenal seperti BTS dan TXT, telah memulai langkah serius dengan mengusulkan pengunduran diri CEO ADOR, Min Hee-jin, sebagai bagian dari tindakan perusahaan.
Langkah ini, yang diumumkan melalui rapat umum pemegang saham, menandai babak baru dalam perseteruan antara kedua entitas tersebut.
ADOR, yang didirikan pada tahun 2021 oleh Min Hee Jin, merupakan label dari HYBE. Namun, langkah audacious CEO ADOR ini menuai reaksi keras dari HYBE, yang langsung memulai proses audit internal.
Berita mengenai upaya ADOR untuk merebut kendali manajemen dari HYBE dengan menguasai mayoritas saham perseroan menjadi titik pusat pertikaian ini. Dalam upaya untuk mengungkap kebenaran di balik tuduhan tersebut, tim audit HYBE menjalankan pemeriksaan menyeluruh di kantor ADOR.
HYBE tidak tinggal diam setelah menemukan bukti potensial atas usaha mengambil alih manajemen. Mereka langsung mengadakan rapat umum pemegang saham untuk membahas langkah selanjutnya.
Namun, konflik ini tidak hanya mempengaruhi perusahaan, tetapi juga mencuat ke permukaan dalam komunitas penggemar KPop. Klaim yang terkait dengan pembangunan markas HYBE memicu ketegangan antara penggemar BTS dan Seventeen.
Dalam episode variety show Hangout with Yoo di MBC TV, klaim yang tidak terduga tentang kontribusi Seventeen dalam pembangunan markas HYBE menimbulkan kehebohan di kalangan penggemar.
Meskipun klaim ini kemudian dikoreksi oleh MBC, dampaknya terasa luas. Penggemar BTS merasa diabaikan dan merespon dengan tagar BTS Paved The Way, sementara penggemar Seventeen membela grup mereka dengan semangat.
Dalam konflik yang semakin memanas, penggemar dari kedua belah pihak saling menyerang dan menekankan kontribusi idol mereka terhadap kesuksesan HYBE Corporation.
Sementara kedua perusahaan berjuang untuk meraih supremasi, pertarungan antara penggemar mereka di media sosial menunjukkan betapa seriusnya persaingan dalam industri hiburan Korea.***











