PANTAU FINANCE – Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cilegon diprediksi akan menjadi ajang pertarungan sengit yang tidak kalah menariknya dari drama politik di level nasional. Hal ini dikarenakan calon petahana, Helldy Agustian, akan dihadapkan pada tantangan berat dari wakilnya sendiri, Sanuji Pentamarta, serta dari Ratu Ati Marliati, klan TB Chasan Sochib yang sebelumnya pernah mencalonkan diri dalam Pilkada Kota Cilegon.
Helldy Agustian, yang saat ini menjabat sebagai Walikota Cilegon, akan berhadapan dengan Sanuji Pentamarta, yang tak kalah berpengaruhnya sebagai Wakil Walikota Cilegon yang juga memutuskan untuk maju dalam Pilkada mendatang. Namun, persaingan tidak berhenti di situ, karena Ratu Ati Marliati, dengan pengalamannya yang cukup dalam dunia politik lokal, juga turut serta dalam pertarungan tersebut.
Tantangan bagi Helldy Agustian semakin berat dengan dua lawannya yang memiliki tingkat popularitas yang setara dengannya. Terlebih lagi, setelah ‘pecah kongsi’ dengan Sanuji, persaingan dalam Pilkada Cilegon diprediksi akan semakin intens.
Sanuji Pentamarta telah memulai langkah awal dengan melakukan sosialisasi dan membangun jaringan politik di Kota Cilegon. Dengan basis massa yang solid, Sanuji diyakini mampu menjadi pesaing yang tangguh bagi Helldy dan Ratu Ati.
Sementara itu, Ratu Ati Marliati juga tak tinggal diam. Dengan pengalaman dari Pilkada sebelumnya, dia tengah menyusun strategi matang untuk kembali mengikuti pertarungan politik di Kota Cilegon. Meskipun pada Pilkada sebelumnya, upayanya tidak membuahkan hasil, namun keputusannya untuk kembali bertarung menunjukkan tekad yang kuat.
Dengan demikian, Pilkada Cilegon 2024 diprediksi akan menjadi panggung pertarungan politik yang sengit dan penuh dengan dinamika, di mana setiap calon memiliki kekuatan dan strategi tersendiri. Masyarakat pun akan menjadi saksi dari proses demokrasi yang semakin berkembang di tingkat lokal.***











