PANTAU FINANCE– Netizen dan warga lokal lagi heboh nih! Yayasan Siger Prakarsa Bunda, yang menaungi SMA Siger Bandar Lampung, sampai saat ini diduga tidak punya kantor resmi sebagai pusat administrasi. Misterinya semakin bikin penasaran karena akte notaris yayasan ini resmi diterbitkan pada 31 Juli 2025, tapi nyatanya, sampai Kamis (27/11/2025), tidak ada warga atau pihak terkait yang tahu di mana alamat kantor sebenarnya.
Warga di Gang Waru 1, Kalibalau Kencana, Kedamaian, bahkan mengaku tidak pernah melihat atau mengetahui keberadaan kantor yayasan ini. Dua staf kelurahan Kalibalau Kencana yang ditemui pun mengaku bingung. Mereka menjelaskan kalau Lurah Hendra Setiawan sedang tidak di tempat karena mengikuti rapat dengan Camat sekitar pukul 12.30 WIB.
Upaya mencari informasi pun dilanjutkan dengan mendatangi Ketua RT 10 hingga 13 di Gang Waru 1, tapi hasilnya nihil. Tidak ada satupun RT yang mengetahui lokasi sekretariat Yayasan Siger Prakarsa Bunda sesuai yang tercantum di akte notaris. Ini jelas menimbulkan pertanyaan besar: apakah yayasan ini benar-benar punya kantor atau cuma formalitas administratif semata?
Lebih mengejutkan, dari catatan kelurahan Kalibalau Kencana, alamat yang tercantum dalam akte notaris yayasan diduga merupakan kediaman Plt Kadisdikbud Kota Bandar Lampung, Eka Afriana. Hal ini terlihat dari pengajuan permohonan domisili yang diajukan atas nama Eka Afriana. Dugaan sementara, yayasan mungkin menggunakan alamat pribadi sebagai “kantor” resmi, tapi belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Dua staf kelurahan juga menambahkan bahwa Lurah Hendra Setiawan kemungkinan merupakan satu-satunya orang yang mengetahui keberadaan kantor yayasan ini. Sayangnya, staf tersebut tidak bersedia memberikan nomor kontak lurah, sehingga proses klarifikasi lebih lanjut menjadi tertunda. Redaksi pun masih berusaha terus menghubungi pihak yayasan dan kelurahan untuk mendapatkan keterangan resmi.
Kasus ini memicu perhatian publik karena menyangkut transparansi pengelolaan pendidikan di Bandar Lampung. Warga dan orang tua murid tentu ingin memastikan yayasan yang menaungi SMA Siger beroperasi secara sah dan memiliki administrasi yang jelas, bukan sekadar formalitas belaka. Misteri kantor yayasan yang “hilang” ini bisa jadi sorotan lebih besar kalau tidak segera ada penjelasan resmi.***










