• Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, May 15, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

Judi Online Berujung Duka, Anak Down Syndrome Meninggal

MeldabyMelda
January 17, 2026
in Berita
A A
Judi Online Berujung Duka, Anak Down Syndrome Meninggal
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE- Peristiwa memilukan terjadi di Kota Bandar Lampung. Seorang anak penyandang Down Syndrome dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tidak memperoleh layanan kesehatan secara maksimal. Kasus ini menyita perhatian publik setelah terungkap bahwa Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik keluarganya telah dinonaktifkan akibat adanya anggota keluarga yang terafiliasi dengan praktik judi online.

Fakta tersebut membuka diskusi luas soal dampak kebijakan penonaktifan bantuan sosial terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak dan penyandang disabilitas.

Terungkap dalam Hearing DPRD

Informasi mengenai kasus tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Santi Sundari, dalam forum hearing bersama Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Selasa, 13 Januari 2026. Hearing tersebut membahas usulan penambahan kuota penerima KIS agar cakupan jaminan kesehatan di Bandar Lampung tidak tertinggal dibandingkan daerah lain di Provinsi Lampung.

BeritaTerkait

Perwali Komite Gratis Terhambat, BOSDA 9,5 Miliar Belum Tersalurkan

Dugaan Penyimpangan Anggaran PTK, Akademisi Desak Kejati dan Polda Lampung Bertindak

Gema Puan Nilai Wacana Pemilu Ulang sebagai Ruang Evaluasi Demokrasi

Santi menyatakan sependapat dengan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, yang mendorong perluasan akses KIS bagi masyarakat kurang mampu.

Kisah Pilu di Puskesmas Kampung Sawah

Dalam forum tersebut, Santi mengungkap pengalaman yang ia temui saat melakukan pembinaan di salah satu fasilitas layanan kesehatan.

“Soal KIS saya setuju. Jadi ada cerita di Puskesmas Kampung Sawah, kebetulan saya pembinanya. Ada anak Down Syndrome yang meninggal dunia. Layanan kesehatannya tidak bisa tercover karena KIS keluarganya dinonaktifkan pemerintah akibat ada anggota keluarga yang terafiliasi judi online,” ujar Santi di hadapan anggota DPRD.

Pernyataan ini sontak memicu keprihatinan, mengingat anak tersebut termasuk kelompok rentan yang sangat bergantung pada jaminan layanan kesehatan dari negara.

Detail Kasus Masih Minim

Meski demikian, Santi tidak merinci secara detail waktu kejadian maupun jenis layanan kesehatan yang tidak dapat diakses akibat status KIS yang nonaktif. Minimnya informasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana dampak langsung kebijakan penonaktifan KIS terhadap keselamatan pasien, khususnya anak penyandang disabilitas.

Kasus ini juga menyoroti efek domino praktik judi online yang tidak hanya berdampak pada pelaku, tetapi turut menyeret anggota keluarga lain yang sama sekali tidak terlibat.

Judi Online dan Dampaknya pada Kelompok Rentan

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang dampak sosial judi online. Selain persoalan ekonomi, praktik ini dinilai berpotensi menyebabkan penelantaran anak secara tidak langsung, termasuk hilangnya akses terhadap hak dasar seperti layanan kesehatan.

Hak atas kesehatan yang semestinya dijamin negara menjadi terancam ketika kebijakan sanksi administratif diterapkan tanpa mekanisme perlindungan tambahan bagi anak dan kelompok rentan.

Menunggu Klarifikasi dan Evaluasi Kebijakan

Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung terkait kronologi lengkap kasus tersebut. Klarifikasi juga diperlukan untuk memahami mekanisme evaluasi pemerintah pusat dalam menonaktifkan bantuan kesehatan akibat keterkaitan dengan judi online.

Kasus ini mendorong desakan agar kebijakan bantuan sosial dievaluasi secara lebih komprehensif, dengan memastikan bahwa anak, perempuan, dan penyandang disabilitas tidak menjadi korban dari perilaku menyimpang pihak terdekat.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: anak meninggalDinas KesehatanDown SyndromeDPRD Bandar Lampungjudi onlineKIS Bandar LampungLayanan kesehatan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kematian Kepsek Jadi Pemicu, DPRD Panggil Disdikbud

Next Post

Anggaran Kesehatan Jadi Sorotan, Data Dinas–BPJS Belum Sinkron

Next Post
Anggaran Kesehatan Jadi Sorotan, Data Dinas–BPJS Belum Sinkron

Anggaran Kesehatan Jadi Sorotan, Data Dinas–BPJS Belum Sinkron

Sekda Lampung Tengah Terseret Isu Honorer, DPR dan Publik Mengawasi

Sekda Lampung Tengah Terseret Isu Honorer, DPR dan Publik Mengawasi

Publik Bandingkan Aksi Lapangan Eva Dwiana dengan Hasil Kebijakan

Publik Bandingkan Aksi Lapangan Eva Dwiana dengan Hasil Kebijakan

Polres Lamsel Pastikan Dapur SPPG Bebas Penyakit Menular

Polres Lamsel Pastikan Dapur SPPG Bebas Penyakit Menular

Bupati Egi Pantau Rehabilitasi Darurat Fly Over Natar

Bupati Egi Pantau Rehabilitasi Darurat Fly Over Natar

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Perwali Komite Gratis Terhambat, BOSDA 9,5 Miliar Belum Tersalurkan

Perwali Komite Gratis Terhambat, BOSDA 9,5 Miliar Belum Tersalurkan

April 8, 2026
Dugaan Penyimpangan Anggaran PTK, Akademisi Desak Kejati dan Polda Lampung Bertindak

Dugaan Penyimpangan Anggaran PTK, Akademisi Desak Kejati dan Polda Lampung Bertindak

April 8, 2026
Gema Puan Nilai Wacana Pemilu Ulang sebagai Ruang Evaluasi Demokrasi

Gema Puan Nilai Wacana Pemilu Ulang sebagai Ruang Evaluasi Demokrasi

April 7, 2026
Lampung Diwarnai Polemik, Dugaan Pelanggaran Sentuh Level Pimpinan

Lampung Diwarnai Polemik, Dugaan Pelanggaran Sentuh Level Pimpinan

April 7, 2026
Sengketa Lahan Lampung Selatan, Kuasa Hukum Minta Penegak Hukum Lebih Adil

Sengketa Lahan Lampung Selatan, Kuasa Hukum Minta Penegak Hukum Lebih Adil

April 6, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In