PANTAU FINANCE- Proses naturalisasi Maarten Paes, calon pemain Timnas Indonesia yang bermain sebagai kiper untuk FC Dallas, Amerika Serikat, sedang berjalan. Namun, kendala muncul karena aturan FIFA yang menetapkan bahwa seorang pemain bisa berpindah tim nasional jika masih berusia di bawah 21 tahun saat terakhir kali membela negara pertamanya.
Meskipun demikian, PSSI berupaya keras agar proses naturalisasi Maarten Paes bisa terselesaikan dengan sukses. Mereka bahkan telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengenai aturan yang menghalangi perpindahan status Paes.
Dalam perkembangan terbaru, Maarten Paes terlihat sedang giat belajar Bahasa Indonesia. Lewat unggahan di akun Instagramnya, @maartenpaes, terlihat Paes menggunakan aplikasi penerjemahan untuk memahami percakapan dalam Bahasa Indonesia. Langkah ini menunjukkan keseriusannya untuk menyatu dengan budaya dan bahasa Indonesia.
Meski belum resmi memperkuat Timnas Indonesia, Paes telah membuktikan kemampuannya sebagai kiper andalan FC Dallas. Dengan tujuh penampilan dan dua clean sheet, Paes menjadi salah satu penjaga gawang yang diandalkan klubnya.
Proses naturalisasi Paes dimulai sejak awal tahun 2024, dan ia telah melakukan kunjungan ke Indonesia untuk bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Bersama dengan Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen, Paes adalah salah satu dari beberapa pemain naturalisasi yang diharapkan dapat memperkuat skuat Timnas Indonesia.
Meski masih ada beberapa hambatan, semangat dan tekad Maarten Paes untuk menjadi bagian dari Timnas Indonesia tetap terpancar. Para penggemar sepak bola Tanah Air pun menanti-nantikan kehadiran Paes di lapangan hijau, sembari mengikuti perkembangan proses naturalisasinya dengan harapan yang besar.***









