PANTAU FINANCE – Ketika krisis iklim dan lonjakan harga energi fosil menghantui dunia, energi terbarukan justru tampil sebagai primadona baru. Investasi hijau, yang dulunya dipandang mahal dan berisiko tinggi, kini menjelma menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat secara global.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai 23% pada 2025. Target ini mendorong masuknya gelombang investasi, baik dari dalam negeri maupun asing, ke sektor hijau seperti pembangkit listrik tenaga surya, angin, air, hingga bioenergi.
Dari Krisis ke Peluang
Ketergantungan pada energi fosil terbukti membawa dampak besar, tak hanya pada lingkungan tetapi juga pada ketahanan energi nasional. Lonjakan harga minyak mentah dunia pada awal 2024 memperlihatkan betapa rentannya sistem energi yang belum diversifikasi.
“Energi terbarukan bukan lagi alternatif, tapi keharusan,” tegas Direktur Eksekutif Institute for Sustainable Future, Dr. Andini Satria, dalam konferensi “Green Economy Outlook 2025”. Ia menyebut bahwa potensi investasi di sektor ini terus terbuka, khususnya bagi investor yang ingin menanam modal berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.
Keuntungan Ganda: Finansial dan Ekologis
Investasi di sektor energi terbarukan memberikan keuntungan ganda. Selain imbal hasil yang menarik, investor turut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan pelestarian lingkungan. Sejumlah startup energi hijau Indonesia bahkan mulai mencatatkan pertumbuhan valuasi hingga dua digit setiap tahunnya.
Tak heran, bank dan lembaga keuangan mulai meluncurkan instrumen investasi hijau, mulai dari green bonds hingga reksa dana berbasis EBT.
Perlu Dukungan Regulasi
Meski potensinya besar, masih ada tantangan di sisi regulasi, infrastruktur, dan insentif pajak. Pemerintah didorong untuk menciptakan iklim investasi yang lebih ramah terhadap proyek energi bersih, termasuk mempercepat proses perizinan dan memberi kepastian hukum.
Masa Depan Ada di Energi Bersih
Saat negara-negara di dunia berlomba menuju target net zero emission, para investor dituntut lebih cerdas dalam menempatkan dananya. Energi terbarukan bukan hanya sektor yang menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga jalan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.***











