• Redaksi
  • Tentang Kami
Monday, September 21, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

Mengapa Puisi Muhammad Alfariezie Disebut Mewakili Gaya Kritik Lampung?

MeldabyMelda
June 15, 2026
in Berita
A A
Mengapa Puisi Muhammad Alfariezie Disebut Mewakili Gaya Kritik Lampung?
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE- Puisi-puisi Muhammad Alfariezie memperlihatkan ciri kuat yang dapat disebut sebagai Gaya Kritik Lampung, yakni kritik sosial-politik yang disampaikan melalui percampuran fakta lokal, humor sinis, kemustahilan, dan bahasa rakyat sehari-hari.

Wali Kota Ngemil Cahaya

Di bulan tidak ada awan dan bunga
mustahil bermekar tapi wali kota
ingin kita terbang tinggalkan
taman dan sungai-sungai, berbekal
harap apel dan semangka tumbuh
menjalar sekedip mata

BeritaTerkait

Jelang Pertemuan dengan BP Tapera, Himperra Lampung Sampaikan Persoalan Perumahan MBR

Keluarga masih menunggu, laporan dugaan pelecehan anak di Lamsel belum menemui titik terang

Dugaan Korupsi Proyek Trotoar Rp21,7 Miliar, Reformasi Rakyat Desak KPK dan Kejagung

Tanpa satelit luar angkasa, tanpa
rudal antariksa, ia ingin kita ke
sana

Ia ingin kita mandi-ngemil cahaya

2026

Kita Ditempatkan Wali Kota
di Selembar Daun Kelor

Di atas selembar daun kelor, wali kota
ingin kita di sana lelap tertidur, ingin
kita asyik bercanda hingga ingin kita
terus memilihnya

Di sungai hitam berbau serakan sampah,
wali kota ingin kita mandi dan mencuci
serta jika haus wajib meminumnya untuk
terus mendukung keluarganya duduk
di singgahsana sebagai penerusnya

Tapi di taman berkembang wangi
bayi mentari dan kesucian senja,
ia tuntun polisi dan jaksa untuk
nikmat semangka dan mudah
memetik mangga meski dalam
konstitusi para berseragam
yang mati hidupnya terjamin
negara itu musykil mencoblosnya

Maka siapa yang gila. Kita yang
pasrah atau mereka yang mewah?

2026

Konser Sampah Wali Kota

Hujan pagi ini tak kunjung
reda meski siang nanti
konser band terkemuka
di lapangan terbuka

Ini bukan kehendak atau
salah wali kota, tapi jika
merendam seisi kota hingga
tiket yang kita beli sia-sia–
apakah itu salah warga?

Sungguh warga selalu bayar
sampah bulanan dan tak
pernah dari jendela, buang
sampah ke sungai

Tapi pemerintah tidak pernah
menyediakan lahan buang
sampah sementara

Terpaksa, sesuai instruksi
wali kota– warga serahkan
pinggir jalan untuk limbah
rumah tangga hingga banjir
merusak konser terkemuka
dan sia-sia tiket di tengah
anjloknya rupiah

2026

Pengurus Semut Merah

Rombongan pendaki tersesat
setelah sumbar bahwa badai
harimau hanya gerombolan
semut merah

Rombongan pendaki itu ialah
pengurus yayasan, guru dan
orang tua murid sekolah
wali kota pengguna uang dan
barang pemerintah

Mereka tak mendengar
larangan warga dan perintah
ramalan cuaca

Tersesat mereka dan repot
semua hingga Menteri
maupun Ketua Mahkamah
Konstitusi serta Petinggi Partai
masuk ke belantara tak lagi
peduli urusan negara

2026

Wali Kota Kejati

Anak kecil lompat ke pucuk
pohon jati, lalu turun dengan
kepala menjadi kaki

Musykil terjadi, kecuali dalam
mimpi

Seperti wali kota membunuh
banjir dan warga tidak lagi
mendengki kepada elit
politik yang tempat tinggal
kerjanya enggak pernah
wali kota usik meski panjangnya
tak hanya selebar kali namun
membentuk lorong tersendiri

Anak kecil menangis di bawah
pohon jati karena lengannya
sakit ibu cubit

Bukan mimpi tapi peristiwa
sahih layaknya wali kota
hadiahi 60 miliar buat Kejati
tapi hanya memberi 500 ribu
dan beras untuk korban banjir
dan 2 kilogram telur guna tekan
stunting warga miskin

2026

Berbeda dengan satire politik yang cenderung abstrak, Alfariezie menggunakan simbol yang dekat dengan pengalaman masyarakat Lampung seperti banjir, sampah, semangka, telur, sungai, hingga proyek pemerintah.

Kritik tidak disampaikan secara marah, melainkan dengan menampilkan keadaan yang sengaja dibuat ganjil dan tidak masuk akal sehingga kebijakan atau perilaku penguasa tampak menertawakan dirinya sendiri.

Dalam Wali Kota Ngemil Cahaya, Kita Ditempatkan Wali Kota di Selembar Daun Kelor, hingga Wali Kota Kejati, penyair membangun logika terbalik: yang mustahil dianggap biasa, sementara kenyataan justru tampak lebih absurd daripada mimpi.

Teknik ini menjadi kekuatan utama Alfariezie. Ia tidak menyerang tokoh secara langsung, tetapi membiarkan ironi bekerja melalui citraan-citraan sederhana yang mudah dipahami masyarakat.

Karena itu, puisi-puisi ini terasa seperti perpaduan antara laporan sosial, sindiran politik, dan folklore modern yang lahir dari denyut kehidupan daerah.

Sebagai penyair yang mewakili Generasi Penyair Baru, Muhammad Alfariezie menghadirkan puisi sebagai alat kontrol sosial.

Kekhasannya terletak pada kemampuannya mengubah isu lokal menjadi satire puitik yang tajam namun tetap komunikatif.

Dari sinilah lahir identitas Gaya Kritik Lampung: puisi yang berpijak pada peristiwa nyata, berbicara dengan bahasa rakyat, dan menggugat kekuasaan melalui ironi serta kemustahilan yang mengandung kebenaran sosial.***

Tags: MuhammadAlfarieziePenyairLampungPuisiLampungPuisiPolitikSastraIndonesiaSastraLampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Setiap Musim Hujan Ceritanya Sama, Warga Enggal Hidup dalam Bayang-Bayang Banjir

Next Post

Di Tengah Berbagai Polemik Anggaran, Pemkot Bandar Lampung Tetap Raih WTP

Next Post
Di Tengah Berbagai Polemik Anggaran, Pemkot Bandar Lampung Tetap Raih WTP

Di Tengah Berbagai Polemik Anggaran, Pemkot Bandar Lampung Tetap Raih WTP

FORKRAF Tanggamus Dorong Transformasi Pariwisata Berbasis Pengalaman

FORKRAF Tanggamus Dorong Transformasi Pariwisata Berbasis Pengalaman

Demokrasi Butuh Kritik Cerdas, Bukan Sekadar Teriakan Perubahan

Demokrasi Butuh Kritik Cerdas, Bukan Sekadar Teriakan Perubahan

SMPN 1 Jatiagung Kucurkan Rp141 Juta untuk Honor, Pengamat Angkat Bicara

SMPN 1 Jatiagung Kucurkan Rp141 Juta untuk Honor, Pengamat Angkat Bicara

Thomas Amirico Optimistis Lampung Mengajar Perkuat Kualitas SDM dan Pendidikan Daerah

Thomas Amirico Optimistis Lampung Mengajar Perkuat Kualitas SDM dan Pendidikan Daerah

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Jelang Pertemuan dengan BP Tapera, Himperra Lampung Sampaikan Persoalan Perumahan MBR

Jelang Pertemuan dengan BP Tapera, Himperra Lampung Sampaikan Persoalan Perumahan MBR

September 20, 2026
Keluarga masih menunggu, laporan dugaan pelecehan anak di Lamsel belum menemui titik terang

Keluarga masih menunggu, laporan dugaan pelecehan anak di Lamsel belum menemui titik terang

September 20, 2026
Dugaan Korupsi Proyek Trotoar Rp21,7 Miliar, Reformasi Rakyat Desak KPK dan Kejagung

Dugaan Korupsi Proyek Trotoar Rp21,7 Miliar, Reformasi Rakyat Desak KPK dan Kejagung

September 18, 2026
Noperwan AB dan Taufik Desak DLH-DPRD Bandar Lampung Tegas Sikapi Dugaan Pelanggaran IPAL

Noperwan AB dan Taufik Desak DLH-DPRD Bandar Lampung Tegas Sikapi Dugaan Pelanggaran IPAL

September 18, 2026
HIMATRA Soroti Polemik Revitalisasi Sekolah Bandar Lampung: Jangan Cari-cari Kesalahan

HIMATRA Soroti Polemik Revitalisasi Sekolah Bandar Lampung: Jangan Cari-cari Kesalahan

September 17, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In