• Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, July 10, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

Puisi Bencana Sumatera Isbedy Diluncurkan Awal 2026

MeldabyMelda
January 4, 2026
in Berita
A A
Puisi Bencana Sumatera Isbedy Diluncurkan Awal 2026
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE- Mengawali tahun 2026, penyair senior Isbedy Stiawan ZS meluncurkan buku puisi terbarunya berjudul Kenduri Sumatera. Buku ini menghimpun refleksi sastra atas rangkaian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera dan menjadi catatan penting tentang bagaimana tragedi kemanusiaan direspons melalui puisi.

Diterbitkan oleh Siger Publisher, Kenduri Sumatera memuat 29 puisi bertema bencana. Sebagian besar puisi ditulis Isbedy sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026. Hanya empat puisi yang berasal dari tahun 2018, yakni puisi-puisi yang terinspirasi gempa dan tsunami di Lombok, Banten, serta Lampung.

Isbedy menjelaskan bahwa ruh utama buku ini berangkat dari Sumatera. Puisi-puisi tersebut terinspirasi langsung dari berbagai peristiwa bencana, terutama yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Wilayah-wilayah itu, menurutnya, menyimpan luka kolektif yang layak dicatat bukan hanya lewat laporan jurnalistik, tetapi juga melalui kesaksian sastra.

BeritaTerkait

Ela Siti Nuryamah vs M. Dawam Rahardjo, Perbedaan Capaian PAD Lampung Timur Jadi Bahan Analisis

Transformasi Digital Perizinan Terus Digenjot, Pemkab Tanggamus Sosialisasikan OSS-RBA

Camat dan Lurah Baru di Tanggamus Diminta Responsif, Inovatif, dan Hadir untuk Masyarakat

“Jadi ruh dari puisi-puisi saya dalam buku ini ada Sumatera. Terinspirasi dari bencana di Sumatera, khusus di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” kata Isbedy, Sabtu (3/1/2026).

Namun Kenduri Sumatera tidak hanya berbicara tentang duka dan ratapan. Isbedy juga memasukkan sisi lain dari peristiwa bencana, yakni ironi dan komedi sosial yang kerap muncul di sekitarnya. Ia menyinggung fenomena sejumlah tokoh publik yang hadir ke lokasi bencana sekadar untuk berfoto atau memamerkan empati secara simbolik.

“Semua ada saya rekam. Karena puisi-puisi di buku ini adalah rekaman, catatan, dan kesaksian saya atas musibah di Sumatera dan Indonesia secara umum,” ujarnya.

Gagasan penerbitan buku puisi khusus bencana ini, menurut Isbedy, juga mendapat dorongan dari Lukman Hakim Daldiri. Ia menyarankan agar karya-karya Isbedy yang tersebar dan sebagian tidak terdokumentasi pascabencana Sumatera dihimpun menjadi satu buku, meski dalam format tipis.

Tantangan itu disambut Isbedy dengan serius. Dengan koleksi puluhan puisi yang telah ditulis, ia kemudian memutuskan fokus pada tema bencana sebagai benang merah utama. Hasilnya adalah buku setebal 60 halaman dengan desain sampul dan isi yang digarap oleh Anggi Farhans.

Dalam kata pengantar, Isbedy menegaskan posisinya sebagai penyair yang “bersaksi”. Ia menulis bahwa lewat puisi-puisi dalam Kenduri Sumatera, ia merekam duka, tangis, dan lara Sumatera. Bencana-bencana tersebut, menurutnya, layak dicatat sebagai bagian dari bencana nasional, tidak hanya sebagai angka statistik, tetapi sebagai pengalaman kemanusiaan.

Pemilihan judul Kenduri Sumatera juga memiliki makna simbolik. Kata “kenduri” diambil dari salah satu judul puisi, sementara “Sumatera” berasal dari puisi berjudul Peta Sumatera. Kenduri, merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, bermakna perjamuan atau selamatan yang sarat doa dan kebersamaan, termasuk doa bagi mereka yang telah meninggal.

Selain buku ini, puisi-puisi Isbedy tentang bencana Sumatera juga akan dimuat dalam antologi bersama berjudul Air Mata Sumatera terbitan Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, yang dijadwalkan diluncurkan pada 20 Januari 2026. Isbedy dijadwalkan hadir dan membacakan puisi dalam acara tersebut.

Menariknya, peluncuran Kenduri Sumatera juga membawa misi sosial. Sebagian hasil penjualan buku dan penggalangan dana akan diperuntukkan bagi korban bencana. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi karya sastra, tetapi juga bentuk solidaritas nyata bagi mereka yang terdampak.***

Source: ISBEDY SETIAWAN
Tags: budaya literasiIsbedy Stiawan ZSkemanusiaanpuisi bencanaSastra IndonesiaSumatera
ShareTweetSendShare
Previous Post

Bupati Pringsewu Luncurkan KREASI 16 Sukoharjo

Next Post

ASDP Bakauheni Tutup Posko Angkutan Nataru Aman

Next Post
ASDP Bakauheni Tutup Posko Angkutan Nataru Aman

ASDP Bakauheni Tutup Posko Angkutan Nataru Aman

Ketegangan Global Memuncak Usai AS Tangkap Presiden Venezuela

Ketegangan Global Memuncak Usai AS Tangkap Presiden Venezuela

Arus Balik Nataru, 647 Ribu Orang Tinggalkan Sumatera

Arus Balik Nataru, 647 Ribu Orang Tinggalkan Sumatera

Jose Mourinho di Benfica: Musim Krusial dan Tekanan Besar

Jose Mourinho di Benfica: Musim Krusial dan Tekanan Besar

Ketegangan Global Memuncak Usai AS Tangkap Presiden Venezuela

Redaksi Ajukan Akses Data Kapitasi BPJS di Bandar Lampung

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Dari Bunga hingga Rumah Jagal, Simbolisme Muhammad Alfariezie Dinilai Menonjol di Generasi 2020-an

Dari Bunga hingga Rumah Jagal, Simbolisme Muhammad Alfariezie Dinilai Menonjol di Generasi 2020-an

July 9, 2026
Ela Siti Nuryamah vs M. Dawam Rahardjo, Perbedaan Capaian PAD Lampung Timur Jadi Bahan Analisis

Ela Siti Nuryamah vs M. Dawam Rahardjo, Perbedaan Capaian PAD Lampung Timur Jadi Bahan Analisis

July 9, 2026
Transformasi Digital Perizinan Terus Digenjot, Pemkab Tanggamus Sosialisasikan OSS-RBA

Transformasi Digital Perizinan Terus Digenjot, Pemkab Tanggamus Sosialisasikan OSS-RBA

July 8, 2026
Camat dan Lurah Baru di Tanggamus Diminta Responsif, Inovatif, dan Hadir untuk Masyarakat

Camat dan Lurah Baru di Tanggamus Diminta Responsif, Inovatif, dan Hadir untuk Masyarakat

July 8, 2026
Dilantik Gubernur Mirza, H. Darussalam Siap Jadikan FPK Garda Terdepan Pembauran Kebangsaan

Dilantik Gubernur Mirza, H. Darussalam Siap Jadikan FPK Garda Terdepan Pembauran Kebangsaan

July 7, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In