PANTAU FINANCE- Kisah Zara, putri kedua dari Ridwan Kamil, masih menjadi sorotan publik. Kehidupannya di luar negeri semakin menjadi perhatian, terutama setelah beberapa kontroversi baru-baru ini.
Belum lama ini, netizen mempertanyakan sikap Zara setelah ia terlihat mempromosikan produk yang terkait dengan Israel, sebuah tindakan yang dianggap kontroversial mengingat situasi politik di Timur Tengah.
Isu ini mencuat setelah seorang netizen mengunggah tangkapan layar dari Instagram pribadi Zara, yang menampilkan dirinya mempromosikan produk tersebut sambil melanjutkan pendidikannya di Inggris.
Walaupun logo produk tidak terlihat dengan jelas, namun pengguna internet dengan cepat mengidentifikasi asal produk tersebut.
Tindakan Zara ini langsung menuai kritik dari masyarakat, dengan banyak netizen menuduhnya tidak memperlihatkan solidaritas kepada saudara-saudara Muslim di Palestina.
Reaksi negatif dari masyarakat terhadap Zara tidak hanya terjadi di media sosial, namun juga menyebar ke berbagai platform lainnya. Komentar-komentar yang mengecamnya bahkan mendapatkan ribuan likes di Instagram.
Salah satu contoh kekecewaan datang dari akun @khusyala yang menulis, “Ternyata umat manusia juga ikut musnah,” sebagai bentuk protes atas tindakan Zara.
Selain itu, musisi lokal juga ikut angkat suara dalam isu ini. Sebuah lagu yang digunakan sebagai latar dalam unggahan Zara, “Enough” oleh Bhaskara Putra Indies, menjadi perbincangan setelah masyarakat India menolak penggunaan lagu mereka dalam konteks yang terkait dengan produk pro-Israel.
Bhaskara Putra Indies mengekspresikan ketidakpuasan mereka melalui media sosial dengan mengungkapkan, “Di mana lagu-laguku, hanya orangnya saja,” sebagai respons terhadap unggahan Zara.
Isu promosi produk yang terafiliasi dengan Israel oleh Zara memicu berbagai reaksi negatif dan kritik tajam dari masyarakat, termasuk protes dari musisi lokal. Kontroversi ini menunjukkan betapa sensitifnya isu geopolitik dan pentingnya kesadaran terhadap dampak dari tindakan yang diambil.***










