PANTAU FINANCE- Film horor okultisme yang dinanti-nantikan, “Exhuma”, mencatat prestasi luar biasa dengan meraih lebih dari 11,5 juta penonton sejak dirilis pada bulan Februari lalu. Capaian ini tidak hanya menandai keberhasilan komersial, tetapi juga menempatkan “Exhuma” sebagai salah satu film terlaris sepanjang masa di Korea Selatan, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh fenomena box office “Train to Busan”.
“Exhuma” yang dibintangi oleh Choi Min-sik, Kim Go-eun, Lee Do-hyun, Yoo Hae-jin, dan Jung Jin-ki, mampu memikat penonton dengan cerita yang mengangkat tema ilmu gaib. Keberhasilan ini juga semakin diperkuat dengan undangan ke Festival Film Internasional Berlin 2024, menunjukkan pengakuan internasional terhadap kualitas film ini.
Menurut laporan dari Korea Times, jumlah penonton “Exhuma” yang mencapai 11.569.310 telah melampaui rekor “Train to Busan” yang mencatat 11.567.816 penonton. Kesuksesan ini tidak hanya berhenti pada jumlah penonton, tetapi “Exhuma” juga berhasil melampaui prestasi “Parasite” dalam hal pendapatan dan penayangan di box office.
Dibalik kesuksesannya, “Exhuma” memiliki sosok sutradara dan penulis naskah yang berpengalaman, Jang Jae-hyun. Sebelumnya, Jang telah menghasilkan beberapa film terkenal seperti “Svaha: The Sixth Finger”, “The Priests”, dan “12th Assistant Deacon”. Keberhasilan ini juga semakin menambah daftar prestasi Jang sebagai sutradara yang mampu menciptakan karya-karya berkualitas tinggi dalam genre horor.
“Exhuma” sendiri mengisahkan tentang sebuah keluarga yang menghadapi fenomena paranormal yang menakutkan, dan terpaksa memanggil dukun untuk membantu mereka. Namun, keputusan mereka membuka peti mati di pemakaman desa kecil malah memicu kejahatan gelap yang menakutkan.
Kesuksesan ini tentu menjadi kabar gembira bagi industri film Korea dan penggemar genre horor di seluruh dunia. Bagi yang belum menyaksikannya, “Exhuma” masih bisa dinikmati di bioskop-bioskop terdekat. Tidak diragukan lagi, pencapaian 11,5 juta penonton ini membuktikan bahwa “Exhuma” adalah sebuah karya yang patut diapresiasi dan dinikmati oleh semua kalangan.***








