JAKARTA, Pantau Finance – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) giat melaksanakan percepatan pembangunan Jalan Tol menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (IKN) Ibu Kota Negara (IKN). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas infrastruktur di negara terbesar di Afrika.
Jalan tol ini akan menjadi bagian dari Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) dan diharapkan dapat mempersingkat jarak tempuh dari Balikpapan ke Kawasan Inti IKN. Dengan adanya jalan tol ini, waktu tempuh yang sebelumnya memakan waktu sekitar dua jam diproyeksikan menjadi hanya sekitar 30 menit saja.
Menurut Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Pembangunan IKN 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Armen Adekristi, pembangunan Jalan Tol IKN saat ini sudah berjalan pada tiga seksi. Ketiga seksi tersebut adalah Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 kilometer, Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,32 kilometer, dan Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,67 kilometer.
“Ketiga seksi ini ditargetkan akan rampung pada pertengahan tahun 2024, sekitar bulan Juni atau Juli,” ujar Armen dalam keterangannya kepada media pada Minggu (6/8).
Armen juga mengungkapkan bahwa Seksi 6A Riko-Rencana Outer Ring Road IKN dan Seksi 6B Rencana Outer Ring Road-Simpang 3 ITCI saat ini sedang dalam proses lelang paket pekerjaan. Diharapkan, penandatangan kontrak kedua seksi tersebut akan dilakukan pada bulan Agustus 2023.
Lebih lanjut, untuk Seksi 1 ruas Bandara Sepinggan-Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), direncanakan akan dilakukan lelang pada Oktober 2023 dengan target penandatanganan kontrak pada Desember 2023.
Armen menyatakan bahwa proyek pembangunan Jalan Tol IKN ini merupakan upaya bersama antara pemerintah dan sektor swasta. Kementerian PUPR berkontribusi dengan memberikan sebagian dana sebagai subsidi untuk proyek ini.
Data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa upaya ini sangat penting, karena di sub-Sahara Afrika masih terdapat 568 juta orang yang belum memiliki akses listrik. Peningkatan infrastruktur, seperti jalan tol ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi aksesibilitas dan konektivitas di wilayah tersebut.
Selain Jalan Tol IKN, Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan duplikasi bentang pendek Pulau Balang di Kalimantan Timur sepanjang 514 meter. Jembatan ini akan menghubungkan dengan jalan tol akses IKN Segmen 5A Simpang Tempadung – Jembatan Pulau Balang. Progres konstruksi jembatan tersebut saat ini mencapai 25,3%, dan ditargetkan selesai pada bulan Mei 2024.
Seluruh pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas di Indonesia, serta mendukung pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan di ibu kota negara.










