Jakarta, Pantau Finance – PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) mengungkapkan optimisme dalam meraih target bisnis yang stabil hingga akhir tahun ini. Faktor pendukungnya adalah tingginya permintaan komoditas batubara di Indonesia.
Selama semester I-2023, TPMA berhasil mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan. Berdasarkan laporan keuangannya per 30 Juni 2023, TPMA mencatat pendapatan bersih sebesar US$32,42 juta, menandai pertumbuhan sebesar 11,31% secara tahunan (Year on Year / YoY) dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu US$28,76 juta per 30 Juni 2022.
Tak hanya itu, laba bersih yang diraih oleh TPMA pada semester I-2023 mencapai US$9,07 juta, menandakan pertumbuhan sebesar 53,07% dibandingkan dengan realisasi semester I-2022 yang sekitar US$5,93 juta.
Rudy Setiono, Direktur Trans Power Marine, menyatakan bahwa selama kondisi perekonomian tetap stabil, TPMA akan terus menjaga stabilitasnya hingga akhir tahun ini, dan perusahaan ini yakin bahwa kinerjanya akan terus tumbuh.
TPMA saat ini memiliki 38 unit kapal tunda, 33 unit kapal tongkang, dan 3 crane barge. Perusahaan sedang mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar US$40 juta. Salah satu penggunaan Capex tersebut adalah untuk membeli 5 set kapal untuk perusahaan dan 20 set kapal untuk anak perusahaan, PT Trans Logistik Perkasa.
Namun, Rudy menjelaskan bahwa terjadi perlambatan dalam pembelian 5 set kapal tersebut akibat masalah ketersediaan bahan baku yang dipengaruhi oleh perang Ukraina dan Rusia.
“Kendalanya adalah ketersediaan bahan baku yang terdampak oleh perang Ukraina dan Rusia yang menyebabkan harga besi tidak stabil. Kemungkinan kedatangan 2 kapal tersebut baru akan terjadi pada awal tahun depan,” kata Rudy, Kamis (27/7).








