PANTAU FINANCE — Upaya pemerintah untuk membangun generasi emas Indonesia 2045 kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Aula SLB Negeri PKK, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Program ini diinisiasi oleh anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk nyata perang melawan stunting dan malnutrisi.
Sosialisasi yang berlangsung pada Senin siang tersebut dihadiri lebih dari 300 peserta dari masyarakat Sukarame dan sekitarnya. Turut hadir dalam acara ini Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi BGN, Anyelir Puspa Kemala, serta Camat Sukarame, Zolahuddin Al Zam Zami.
Dalam sambutannya, Rahmawati Herdian menegaskan bahwa program MBG memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Program ini bukan hanya untuk mengurangi stunting, tapi juga membangun masa depan bangsa. Menariknya, dapur MBG juga membeli bahan makanan dari petani dan pengusaha lokal. Artinya, ekonomi daerah pun ikut bergerak,” ujar Rahmawati.
Sementara itu, Anyelir Puspa Kemala menambahkan bahwa program MBG tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi luas.
“MBG adalah investasi jangka panjang. Kami berharap masyarakat di Sukarame bisa menjadi mitra aktif dalam mendukung dapur MBG. Ini bukan hanya soal makanan, tapi soal masa depan,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dapur MBG nantinya akan menjadi pusat kegiatan yang menyerap produk lokal, mulai dari petani, pengusaha makanan, hingga BUMDes, sehingga membuka banyak peluang ekonomi baru.
Program MBG juga ditopang oleh sistem kerja yang terstruktur. Setiap dapur akan dikelola oleh Kepala SPPG (Sentra Produksi Pangan Gizi) yang ditunjuk langsung oleh BGN. Kepala SPPG akan bekerja sama dengan ahli gizi dan akuntan, serta melibatkan 45 hingga 50 petugas lokal yang bertugas memasak dan mendistribusikan makanan sehat setiap harinya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret terhadap masalah gizi nasional, sekaligus menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Program MBG membawa harapan besar untuk membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi menyongsong tahun 2045.***











