PANTAU FINANCE – Pemerintah terus menggaungkan pentingnya gizi seimbang demi melahirkan generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang disebut menjadi fondasi kuat dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju visi Generasi Emas 2045.
Sosialisasi program MBG digelar di Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Rabu (6/8/2025), dengan tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia”. Kegiatan ini dihadiri ratusan warga, bersama jajaran pejabat seperti Anggota Komisi IX DPR RI Putri Zulkifli Hasan, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Ade, Anggota DPRD Lampung Ahmad Ali Akmal, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Putri Zulkifli Hasan menegaskan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
“Program MBG menjadi fondasi kuat dalam melahirkan SDM unggul yang merupakan kunci kesejahteraan dan terbentuknya generasi emas berkualitas di masa depan,” ujarnya.
Perwakilan BGN, Ade, menjelaskan bahwa dampak positif MBG akan terlihat nyata dalam 15–20 tahun mendatang. Selain memperkuat ketahanan gizi anak, program ini juga memberdayakan petani dan pelaku usaha lokal melalui suplai bahan baku lewat koperasi dan BUMDes.
“Dengan mekanisme ini, kita tidak hanya memperkuat gizi anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” tegasnya.
Namun, Ade juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan berkedok pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Banyak oknum yang memanfaatkan nama BGN untuk meminta dana atau menawarkan kerja sama palsu. Masyarakat diimbau untuk mencari informasi resmi melalui portal BGN.
Anggota DPRD Lampung, Ahmad Ali Akmal, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, MBG memberikan manfaat ganda: memperbaiki kualitas gizi anak-anak dan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Semoga sosialisasi ini memberi manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi langkah awal membangun generasi sehat,” ungkapnya.
Sosialisasi MBG di Kedamaian ini menegaskan bahwa keberhasilan program membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tata kelola profesional agar tujuan besar mencetak generasi emas Indonesia benar-benar terwujud.***










