• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, August 20, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

Konflik Agraria PT BSA, Pemda Lampung Tengah dan Pemprov Didesak Buka Audit Lahan

MeldabyMelda
August 19, 2026
in Berita
A A
Konflik Agraria PT BSA, Pemda Lampung Tengah dan Pemprov Didesak Buka Audit Lahan
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE- Konflik agraria antara masyarakat dan perusahaan perkebunan kembali memperlihatkan bahwa persoalan penguasaan tanah di Indonesia masih menghadapi persoalan serius.

Konflik yang terjadi di kawasan perkebunan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi gambaran bagaimana sengketa agraria dapat berkembang menjadi persoalan sosial ketika status, riwayat penguasaan, serta kepastian hukum atas lahan tidak kunjung memperoleh penyelesaian yang tuntas.

Kerusuhan yang berujung pada terbakarnya dan rusaknya sejumlah aset perusahaan tidak semestinya hanya dilihat sebagai peristiwa spontan. Peristiwa tersebut dapat menjadi puncak dari ketegangan yang telah berlangsung dalam waktu panjang antara klaim penguasaan lahan masyarakat dan perusahaan.

BeritaTerkait

Ririn Kuswantari Pernah Ungkap Dana Pengganti GOR, Mengapa Kini Belum Klarifikasi?

Jelang HUT RI ke-81, Ridwan 98 Soroti Peran Puan dan Dasco Menjaga Demokrasi

GOR Pengganti Saburai Belum Rampung, KONI Lampung Siapkan Alternatif Venue

Dalam situasi seperti ini, pemerintah dituntut tidak hanya hadir ketika konflik sudah pecah. Pemerintah juga memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan, memastikan data pertanahan jelas, serta membuka ruang penyelesaian yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tokoh Pemuda Lampung Tengah sekaligus advokat dan Sekretaris Jenderal Organisasi Masyarakat Laskar Lampung Indonesia, Panji Padang Ratu, AB, S.H., menilai situasi tersebut menunjukkan lemahnya sistem deteksi dini konflik agraria serta belum optimalnya pemerintah daerah dalam mengambil langkah penyelesaian sejak awal.

“Konflik ini tidak muncul tiba-tiba. Ada proses panjang yang diabaikan. Ketika masyarakat dan perusahaan sama-sama merasa memiliki legitimasi atas lahan, tetapi negara tidak hadir secara tegas, maka konflik hanya tinggal menunggu waktu untuk meledak,” ujarnya.

Menurut Panji, pola penanganan konflik agraria selama ini cenderung reaktif. Pemerintah dinilai lebih sering bergerak setelah konflik terjadi, sementara tanda-tanda ketegangan yang muncul sebelumnya belum ditangani secara menyeluruh.

Ia menegaskan, netralitas pemerintah daerah dalam konflik agraria tidak seharusnya dimaknai sebagai sikap pasif. Pemerintah justru perlu aktif mengungkap fakta dan memastikan setiap pihak memperoleh perlakuan yang adil berdasarkan data serta ketentuan hukum.

“Pemerintah daerah Lampung Tengah tidak cukup hanya menjadi penengah administratif. Harus berani masuk ke substansi persoalan: siapa yang memiliki dasar hukum, bagaimana riwayat penguasaan lahan, dan apakah ada pelanggaran dalam proses perizinan,” tegasnya.

Panji menilai audit agraria secara terbuka dan independen diperlukan sebelum proses mediasi dilakukan. Menurutnya, mediasi tanpa didukung verifikasi data yang jelas berpotensi hanya menghasilkan kesepakatan sementara tanpa menyelesaikan akar persoalan.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi data pertanahan. Ketidakjelasan data mengenai status, batas, serta riwayat penguasaan lahan dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang memicu konflik agraria berulang.

Jangan hanya mengandalkan pendekatan keamanan

Panji juga mengkritik kecenderungan penyelesaian konflik agraria yang terlalu mengandalkan pendekatan keamanan.

Menurutnya, pengerahan aparat memang dapat membantu meredam situasi dalam jangka pendek. Namun, langkah tersebut tidak menyelesaikan persoalan struktural yang menjadi sumber konflik.

“Setiap kali konflik terjadi, yang muncul pertama kali adalah pendekatan keamanan. Padahal yang dibutuhkan adalah kejelasan status tanah dan keberanian politik untuk menyelesaikan ketimpangan,” jelasnya.

Ia mengatakan masyarakat yang terlibat dalam konflik agraria tidak dapat serta-merta dilihat hanya sebagai pihak yang membuat kerusuhan. Sebagian masyarakat dapat merasa hak atau kepentingannya tidak terakomodasi dalam proses pengelolaan dan penguasaan tanah.

Di sisi lain, perusahaan juga tidak dapat langsung dinyatakan bersalah tanpa adanya pemeriksaan hukum dan data yang utuh. Karena itu, negara harus berada pada posisi memastikan fakta dan kepastian hukum berdasarkan bukti yang dapat diuji.

“Kalau mediasi dilakukan tanpa kejelasan status lahan, itu hanya akan menjadi ruang kompromi sementara, bukan penyelesaian,” katanya.

Audit status lahan dinilai mendesak

Panji mendorong dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap status lahan yang berkaitan dengan PT BSA. Pemeriksaan tersebut, menurut dia, perlu mencakup legalitas izin, batas penguasaan atau konsesi, riwayat penguasaan tanah, serta klaim masyarakat yang telah menggarap lahan selama bertahun-tahun.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar setiap pihak memiliki dasar informasi yang sama dalam proses penyelesaian konflik.

Tanpa kejelasan tersebut, berbagai kesepakatan yang lahir dari proses mediasi berpotensi kembali dipersoalkan pada masa mendatang.

Panji juga mengingatkan agar pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak dijadikan pengganti penyelesaian persoalan hukum dan status tanah.

“Pemberdayaan ekonomi penting, tetapi tidak boleh menutupi ketidakjelasan status tanah. Kesejahteraan tidak bisa dibangun di atas ketidakpastian hukum,” tegasnya.

Menurut dia, skema kemitraan maupun pemberdayaan masyarakat baru dapat berjalan efektif apabila persoalan hak dan status tanah telah memiliki kejelasan.

Alarm bagi tata kelola agraria

Lebih jauh, Panji menyebut konflik PT BSA sebagai alarm bagi tata kelola agraria di tingkat daerah.

Ketika konflik serupa terus muncul, persoalannya tidak hanya berkaitan dengan pihak-pihak yang berhadapan di lapangan. Sistem pengelolaan data, perizinan, pengawasan, serta mekanisme penyelesaian sengketa juga perlu dievaluasi.

“Selama negara tidak berani membenahi data, menertibkan izin, dan memastikan keadilan distribusi tanah, konflik seperti ini akan terus terjadi,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyelesaian konflik agraria tidak boleh berhenti pada upaya meredam ketegangan. Pemerintah perlu menyentuh akar persoalan dengan mengedepankan transparansi, kepastian hukum, serta mekanisme penyelesaian yang dapat diterima seluruh pihak.

Panji mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengambil langkah lebih komprehensif dalam menangani konflik tersebut, termasuk melakukan audit agraria secara menyeluruh dan terbuka.

“Kalau negara hanya hadir untuk menenangkan konflik tanpa menyelesaikan akar masalah, maka konflik ini hanya akan berulang dengan bentuk yang lebih besar,” pungkasnya.

Konflik agraria di Lampung Tengah pada akhirnya bukan hanya menjadi persoalan antara masyarakat dan perusahaan. Kasus tersebut juga menjadi ujian bagi pemerintah dalam memastikan tata kelola pertanahan berjalan transparan, memberikan kepastian hukum, serta mampu menghadirkan penyelesaian yang adil dan berkelanjutan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Anak TuhaKonflik agraria Lampung Tengahkonflik tanah LampungPanji Padang RatuPT BSAPT Bumi Sentosa Abadi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ririn Kuswantari Pernah Ungkap Dana Pengganti GOR, Mengapa Kini Belum Klarifikasi?

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Konflik Agraria PT BSA, Pemda Lampung Tengah dan Pemprov Didesak Buka Audit Lahan

Konflik Agraria PT BSA, Pemda Lampung Tengah dan Pemprov Didesak Buka Audit Lahan

August 19, 2026
Ririn Kuswantari Pernah Ungkap Dana Pengganti GOR, Mengapa Kini Belum Klarifikasi?

Ririn Kuswantari Pernah Ungkap Dana Pengganti GOR, Mengapa Kini Belum Klarifikasi?

August 18, 2026
Jelang HUT RI ke-81, Ridwan 98 Soroti Peran Puan dan Dasco Menjaga Demokrasi

Jelang HUT RI ke-81, Ridwan 98 Soroti Peran Puan dan Dasco Menjaga Demokrasi

August 16, 2026
GOR Pengganti Saburai Belum Rampung, KONI Lampung Siapkan Alternatif Venue

GOR Pengganti Saburai Belum Rampung, KONI Lampung Siapkan Alternatif Venue

August 14, 2026
Dari Jalan Rusak hingga Kucing Kampung, Puisi Muhammad Alfariezie Bicara tentang Rakyat

Dari Jalan Rusak hingga Kucing Kampung, Puisi Muhammad Alfariezie Bicara tentang Rakyat

August 14, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In