• Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

Akses Pemakaman Diduga Diblokir, Laskar Lampung: Jangan Tunggu Warga Marah

MeldabyMelda
September 4, 2026
in Berita
A A
Akses Pemakaman Diduga Diblokir, Laskar Lampung: Jangan Tunggu Warga Marah
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE- Warga tidak meminta jalan tol, gedung megah, atau proyek bernilai triliunan rupiah. Mereka hanya meminta satu hal yang sangat sederhana: jangan tutup jalan menuju makam keluarga mereka.

Persoalan akses menuju pemakaman warga di Lampung kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan jalan tersebut diblokir oleh PTPN IV Regional VII.

Bagi masyarakat, jalan itu bukan sekadar akses yang melewati kawasan perkebunan. Jalan tersebut menjadi jalur penting ketika keluarga harus mengantarkan orang tercinta menuju tempat peristirahatan terakhir.

BeritaTerkait

Misteri Situs Kuno Bandar Lampung: Ada Jejak Dinasti Tang dan Keratuan Lampung?

500 Kader Gerindra dari 15 Kabupaten/Kota Bakal Kumpul, Pringsewu Jadi Tuan Rumah

152 Pejabat Lampung Selatan Dilantik, Sekda Soroti Pelayanan Publik dan Aspirasi Warga

Dugaan pemblokiran itu pun dinilai berpotensi memicu persoalan yang lebih besar apabila tidak segera mendapatkan penjelasan dan solusi dari seluruh pihak terkait.

Persoalan ini turut mendapat perhatian Sekretaris Jenderal DPP Laskar Lampung Indonesia, Panji Padang Ratu. Ia meminta perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat segera duduk bersama untuk mencari jalan keluar sebelum persoalan berkembang menjadi konflik terbuka.

“Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik besar dan berkepanjangan antara masyarakat dengan perusahaan. Kita tentu tidak menginginkan ada korban,” kata Panji, Selasa (1/9/2026).

Menurut Panji, akses menuju pemakaman memiliki nilai kemanusiaan yang jauh lebih besar daripada sekadar persoalan jalan.

Di jalan tersebut, seorang anak bisa saja mengantarkan orang tuanya untuk terakhir kali. Seorang ibu dapat mengantar anaknya menuju tempat peristirahatan terakhir. Begitu pula keluarga lain yang tengah berada dalam suasana duka.

Karena itu, menurutnya, jangan sampai keluarga yang sedang kehilangan orang tercinta justru harus menghadapi portal, larangan melintas, atau ketidakpastian akses menuju pemakaman.

Kalau Masalahnya Pencurian Sawit, Pengamanan yang Diperkuat

Panji mengatakan dirinya memahami kewajiban perusahaan untuk menjaga aset perkebunan. Namun, apabila pembatasan akses tersebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap pencurian sawit maupun tindak kriminal, menurutnya solusi seharusnya diarahkan pada penguatan sistem keamanan.

Pengamanan dapat dilakukan melalui penambahan petugas, pemasangan kamera pengawas, penjagaan titik rawan, hingga pengaturan jam penggunaan jalan atau mekanisme izin bagi masyarakat.

“Kalau memang kekhawatirannya adalah pencurian sawit atau tindak kriminal lainnya, tentu yang diperkuat adalah pengamanan areal perusahaan. Jangan justru akses warga untuk memakamkan sanak keluarganya yang ditutup,” tegasnya.

Ia menilai masyarakat secara keseluruhan tidak seharusnya menanggung dampak dari dugaan tindakan sejumlah oknum.

Terlebih, akses tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan warga untuk menjalankan proses pemakaman anggota keluarga.

Bagi Panji, perusahaan memang memiliki kepentingan untuk menjaga aset. Namun, perusahaan negara juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Pemerintah Diminta Turun Langsung

Panji juga meminta pemerintah daerah dan aparat terkait tidak hanya menerima informasi dari satu sisi. Persoalan tersebut perlu diverifikasi langsung di lapangan agar kondisi sebenarnya dapat diketahui secara jelas.

Ia juga mendorong agar ruang dialog segera dibuka antara masyarakat dan perusahaan.

“Jangan menunggu masyarakat marah, jangan menunggu perusahaan merasa terancam. Sebelum itu terjadi, lebih baik semua pihak duduk bersama dan mencari jalan keluarnya,” ujarnya.

Panji mengaku mendapatkan informasi mengenai persoalan tersebut dari sebuah video yang dikirimkan warga.

Karena itu, ia menilai pengecekan langsung menjadi penting agar informasi yang berkembang tidak menjadi kabar liar yang justru memperkeruh suasana.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum terdapat penjelasan resmi dari PTPN IV Regional VII mengenai alasan maupun kondisi sebenarnya terkait akses menuju pemakaman tersebut.

PTPN IV Regional VII tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab secara terbuka mengenai persoalan tersebut.

Jangan Tunggu Konflik Baru Bertindak

Persoalan akses jalan menuju makam mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keluarga yang sedang berduka, akses tersebut memiliki arti yang sangat besar.

Karena itu, pemerintah diminta tidak menunggu sampai terjadi aksi protes atau benturan antara masyarakat dan perusahaan baru kemudian mengambil langkah.

Dialog dan pencarian solusi bersama dinilai jauh lebih penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik sosial.

Sebab, pembangunan dan pengelolaan aset negara pada akhirnya tetap harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat.

Negara bukan hanya dituntut hadir ketika proyek diresmikan atau ketika hasil perkebunan dipanen. Negara juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan kepastian dan perlindungan atas hak-hak dasarnya.

Jika benar terdapat persoalan akses menuju pemakaman, penyelesaian secara manusiawi perlu menjadi prioritas.

Sebab, portal memang dapat dibuat untuk menjaga perkebunan. Namun, jangan sampai sebuah portal justru menjadi penghalang bagi warga untuk memberikan penghormatan terakhir kepada keluarganya.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: akses masyarakatakses pemakamanjalan makamjalan wargaKonflik Agrariakonflik masyarakat dan perusahaanKonflik SosialLAMPUNGLaskar Lampung Indonesiamakam wargaPanji Padang RatuPemerintah Lampungperkebunanperkebunan sawit.PTPN IVPTPN IV Regional VIIwarga Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Misteri Situs Kuno Bandar Lampung: Ada Jejak Dinasti Tang dan Keratuan Lampung?

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Akses Pemakaman Diduga Diblokir, Laskar Lampung: Jangan Tunggu Warga Marah

Akses Pemakaman Diduga Diblokir, Laskar Lampung: Jangan Tunggu Warga Marah

September 4, 2026
Misteri Situs Kuno Bandar Lampung: Ada Jejak Dinasti Tang dan Keratuan Lampung?

Misteri Situs Kuno Bandar Lampung: Ada Jejak Dinasti Tang dan Keratuan Lampung?

September 3, 2026
500 Kader Gerindra dari 15 Kabupaten/Kota Bakal Kumpul, Pringsewu Jadi Tuan Rumah

500 Kader Gerindra dari 15 Kabupaten/Kota Bakal Kumpul, Pringsewu Jadi Tuan Rumah

September 2, 2026
152 Pejabat Lampung Selatan Dilantik, Sekda Soroti Pelayanan Publik dan Aspirasi Warga

152 Pejabat Lampung Selatan Dilantik, Sekda Soroti Pelayanan Publik dan Aspirasi Warga

September 2, 2026
DPRD Tanggamus Bongkar Rincian APBD Perubahan 2026, Ada Defisit Rp101,3 Miliar

DPRD Tanggamus Bongkar Rincian APBD Perubahan 2026, Ada Defisit Rp101,3 Miliar

September 2, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In