• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, September 10, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

Marriott Resort dan Pagar Lautnya, Nelayan Pesawaran Masih Menyimpan Keluhan

MeldabyMelda
June 1, 2026
in Berita
A A
Marriott Resort dan Pagar Lautnya, Nelayan Pesawaran Masih Menyimpan Keluhan
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE- Tepat pada momentum Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, Provinsi Lampung mencatat sejarah baru dengan hadirnya hotel bintang lima pertama di kawasan pesisir Kabupaten Pesawaran, yakni Marriott Resort & Spa Lampung.

Kehadiran investasi pariwisata berskala besar itu tentu menjadi kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan promosi destinasi wisata Lampung ke tingkat nasional maupun internasional.

Namun di balik kemegahan hotel dan optimisme investasi tersebut, muncul pertanyaan yang terus bergema dari sebagian masyarakat pesisir: apakah pembangunan telah berjalan seiring dengan keadilan sosial bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari laut?

BeritaTerkait

Aset 150 Hektare Kota Baru Bakal Dioptimalkan, Budiyono Siapkan Konsep Pusat Studi Unila

Arief Mulyadin ingatkan, kerja jurnalistik harus profesional bukan untuk tendensi lain

LLI Bongkar Sorotan Harga Lahan Sekolah Rakyat, APH Diminta Telusuri hingga BPHTB

Ketika Janji dan Harapan Masih Ditunggu

Dua tahun lalu, Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, pernah menyampaikan komitmennya untuk membela kepentingan nelayan selama perjuangan tersebut dilakukan demi kebaikan bersama.

Pernyataan itu hingga kini masih diingat oleh sebagian nelayan yang berharap pemerintah daerah dapat menjadi jembatan antara kepentingan investasi dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Bagi mereka, persoalan utama bukanlah keberadaan hotel.

Sebagian besar nelayan justru mengaku mendukung pengembangan sektor pariwisata yang diyakini mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Yang menjadi persoalan adalah keberadaan jaring dan pelampung pembatas laut yang menurut mereka membatasi ruang gerak saat mencari ikan dan cumi-cumi.

Nelayan dan Laut yang Tak Terpisahkan

Dalam sejumlah forum dialog dengan pihak terkait, nelayan menyampaikan bahwa laut bukan sekadar ruang kerja, melainkan sumber kehidupan yang telah diwariskan turun-temurun.

Mereka mengaku kesulitan menjangkau sejumlah titik tangkap ketika arah angin membawa perahu menuju area yang kini dipasangi pembatas.

Bagi nelayan tradisional, perubahan kecil dalam akses laut bisa berdampak besar terhadap hasil tangkapan harian.

Keluhan yang muncul bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi juga mengenai efektivitas mereka mencari nafkah di tengah kondisi cuaca dan arus laut yang terus berubah.

Perspektif Pengelola dan Pemerintah

Di sisi lain, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung menjelaskan bahwa pemasangan pembatas laut dilakukan dengan tujuan menjaga kawasan pesisir dari sampah, melindungi ekosistem perairan, serta mendukung pengelolaan terumbu karang buatan yang menjadi bagian dari kawasan wisata.

Menurut penjelasan yang disampaikan kepada media, nelayan tetap dapat memasuki area tersebut melalui mekanisme koordinasi atau pemberitahuan kepada pihak pengelola.

Namun persoalan berikutnya muncul ketika sebagian nelayan mengaku belum mengetahui secara pasti prosedur maupun kontak yang dapat dihubungi untuk memperoleh akses tersebut.

Akibatnya, komunikasi yang belum sepenuhnya terbuka justru menimbulkan persepsi berbeda di lapangan.

Pancasila dan Jalan Tengah

Jika melihat persoalan ini dari sudut pandang Pancasila, terutama sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, maka tantangan sesungguhnya bukan memilih antara investasi atau nelayan.

Yang dibutuhkan adalah menemukan titik temu agar keduanya dapat berjalan berdampingan.

Investasi memang penting untuk pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun masyarakat lokal juga harus merasakan manfaat yang nyata dan tidak kehilangan akses terhadap sumber penghidupan yang telah mereka jalani selama puluhan tahun.

Sebaliknya, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan juga membutuhkan dukungan masyarakat sekitar agar tercipta hubungan yang harmonis antara investor dan warga.

Menunggu Solusi Konkret

Hingga kini, sejumlah nelayan masih berharap adanya dialog yang lebih intensif dan terbuka antara pemerintah daerah, pengelola kawasan wisata, serta masyarakat pesisir.

Harapan mereka sederhana: akses yang jelas, komunikasi yang transparan, dan solusi yang memungkinkan aktivitas nelayan tetap berjalan tanpa menghambat pengembangan sektor pariwisata.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan megah atau masuknya investasi besar, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan manfaat yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Pertanyaan yang muncul hari ini bukan sekadar apakah Pancasila masih sakti.

Melainkan bagaimana nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata, sehingga pembangunan ekonomi dan keadilan sosial dapat berjalan seiring di pesisir Lampung.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Antonius Muhammad AliDKP LampungHari Lahir Pancasila 2026Investasi PariwisataKonflik NelayanMarriott Resort & Spa LampungNelayan PesawaranPancasilaPesawaranWisata Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dana Pendidikan Bandar Lampung Disorot, BOSDA, SMA Siger, dan Insentif Kepsek Jadi Isu Utama

Next Post

Penggunaan Aset Pemerintah untuk Sekolah Swasta Dipersoalkan ke Aparat Hukum

Next Post
Penggunaan Aset Pemerintah untuk Sekolah Swasta Dipersoalkan ke Aparat Hukum

Penggunaan Aset Pemerintah untuk Sekolah Swasta Dipersoalkan ke Aparat Hukum

Pakar Unila: Solusi Konflik Pesisir Harus Dimulai dari Pemulihan Kepercayaan

Pakar Unila: Solusi Konflik Pesisir Harus Dimulai dari Pemulihan Kepercayaan

Polemik Pendidikan di Bandar Lampung, Publik Tunggu Sikap Pemkot

Polemik Pendidikan di Bandar Lampung, Publik Tunggu Sikap Pemkot

Keracunan MBG Kembali Jadi Perbincangan, Transparansi Hasil Laboratorium Ditunggu Publik

Keracunan MBG Kembali Jadi Perbincangan, Transparansi Hasil Laboratorium Ditunggu Publik

Nasib SMA Siger 1 Jadi Sorotan, Perpisahan Digelar Saat Status Sekolah Dipertanyakan

Nasib SMA Siger 1 Jadi Sorotan, Perpisahan Digelar Saat Status Sekolah Dipertanyakan

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Aset 150 Hektare Kota Baru Bakal Dioptimalkan, Budiyono Siapkan Konsep Pusat Studi Unila

Aset 150 Hektare Kota Baru Bakal Dioptimalkan, Budiyono Siapkan Konsep Pusat Studi Unila

September 9, 2026
Arief Mulyadin ingatkan, kerja jurnalistik harus profesional bukan untuk tendensi lain

Arief Mulyadin ingatkan, kerja jurnalistik harus profesional bukan untuk tendensi lain

September 9, 2026
LLI Bongkar Sorotan Harga Lahan Sekolah Rakyat, APH Diminta Telusuri hingga BPHTB

LLI Bongkar Sorotan Harga Lahan Sekolah Rakyat, APH Diminta Telusuri hingga BPHTB

September 8, 2026
Dari Sawah ke Jakarta, Puisi Alfariezie Memotret Imajinasi Ekonomi Mesuji

Dari Sawah ke Jakarta, Puisi Alfariezie Memotret Imajinasi Ekonomi Mesuji

September 8, 2026
Budiono Tawarkan Insentif Peneliti, Riset Unila Ditargetkan Beri Dampak Nyata

Budiono Tawarkan Insentif Peneliti, Riset Unila Ditargetkan Beri Dampak Nyata

September 8, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In