PANTAU FINANCE- Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) Kota Metro ikut mewakili Kota Metro dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah/Madrasah Muhammadiyah yang berlangsung di Jawa Barat, 28–30 September 2026.
Dalam agenda nasional tersebut, Ketua FKKS Kota Metro Eko Atmojo hadir bersama pengurus FKKS lainnya, M. Husin Fadillah Akbar.
Keduanya membawa nama Kota Metro dalam kategori Sekolah Unggul Madya.
Eko Atmojo hadir mewakili SMK Muhammadiyah 2 Metro, sementara M. Husin Fadillah Akbar merupakan Kepala SMK Muhammadiyah 3 Metro.
Kehadiran dua pimpinan sekolah tersebut menempatkan satuan pendidikan Muhammadiyah di Kota Metro dalam forum yang mempertemukan sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Kota Metro yang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Lampung, keikutsertaan tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring antarsatuan pendidikan Muhammadiyah.
“Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membawa semangat pendidikan Kota Metro ke tingkat nasional,” kata Eko Atmojo pada Senin, 28 September 2026.
Rakornas juga menjadi momentum bagi para kepala sekolah dan pengelola pendidikan untuk membahas penguatan tata kelola sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, serta pengembangan pendidikan Muhammadiyah menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan nasional.
Eko sebelumnya aktif mendorong kolaborasi antarsekolah swasta di Kota Metro melalui FKKS.
Ia menempatkan sekolah swasta bukan sebagai pesaing, melainkan sebagai mitra dalam membangun mutu pendidikan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Sementara itu, kehadiran M. Husin Fadillah Akbar dari SMK Muhammadiyah 3 Metro melengkapi keterwakilan sekolah kejuruan Muhammadiyah Kota Metro dalam forum tersebut.
Keterlibatan keduanya menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan tidak berhenti di ruang kelas.
Jejaring nasional, pertukaran pengalaman, dan penguatan kapasitas pengelola sekolah menjadi bagian dari upaya satuan pendidikan merespons perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
Dari Metro, pengalaman sekolah Muhammadiyah dibawa ke forum nasional.
Sebaliknya, berbagai praktik dan gagasan pendidikan dari daerah lain dapat menjadi bahan pembelajaran untuk dikembangkan kembali di Kota Metro.***




