• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, October 25, 2026
  • Login
Pantaufinance.com
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks
No Result
View All Result
Pantaufinance.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Berita Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Investasi
  • Keuangan Pribadi
  • Pendidikan Keuangan
  • Teknologi Keuangan
Home Berita

Jelang Pemilu 2029, Slogan Berkawan Selamanya Mulai Redup Digantikan Politik Identitas

MeldabyMelda
September 10, 2026
in Berita
A A
Jelang Pemilu 2029, Slogan Berkawan Selamanya Mulai Redup Digantikan Politik Identitas
ADVERTISEMENT

PANTAU FINANCE- Menjelang Pemilu 2029, waktunya memang masih sekitar tiga tahun. Namun, nuansa politik mulai terasa memanas.

Gonjang-ganjing mengenai isu kerusuhan seperti yang pernah terjadi pada 1998 kemungkinan besar tidak akan terulang dalam bentuk yang sama. Situasi politik saat ini dinilai sudah lebih mudah dibaca, termasuk mengenai siapa yang bermain, siapa yang menjadi dalang, serta dari mana dukungan logistiknya berasal.

Istilah “kudeta merayap” pun dinilai sudah tidak lagi ampuh untuk menjadi instrumen politik. Semua pada akhirnya akan kembali kepada pertarungan politik 2029, yakni perebutan kekuasaan melalui mekanisme demokrasi dan pemilu. Rakyat akan menentukan pilihan politiknya untuk memilih presiden dan wakil presiden serta wakil-wakilnya di lembaga legislatif.

BeritaTerkait

Polemik Sumbangan Masjid MTsN 1 Kalianda, Aturan Komite Sekolah Jadi Sorotan

Dr. Budiono Dorong Unila Menembus Kelas Dunia, Alumni Diminta Berkontribusi

Habiburokhman Sebut Dr. Budiono Punya Jejaring Strategis untuk Percepat Kemajuan Unila

Namun, ada hal lain yang justru perlu diwaspadai dalam tiga tahun terakhir menuju Pemilu 2029, yakni menguatnya politik ideologis dan penggunaan sentimen agama sebagai instrumen politik.

Nuansa tersebut, menurut penulis, mulai dimainkan di kalangan aktivis dan relawan. Jika tidak dikelola dengan baik, isu-isu semacam itu berpotensi merembet lebih luas ke tengah masyarakat.

Politik Kepentingan Mulai Menguat

Slogan “politik secukupnya, berkawan selamanya” perlahan terasa semakin redup.

Yang muncul justru politik kepentingan: siapa berada dalam kelompok mana, siapa mendukung siapa, dan kepentingan politik apa yang dibawa.

Dalam situasi seperti ini, identitas ideologi dan latar belakang keagamaan seseorang berpotensi ikut dijadikan ukuran dalam menentukan kawan maupun lawan politik.

Jika politik mulai dibangun berdasarkan pertanyaan tentang seseorang berasal dari kelompok mana, memiliki ideologi apa, atau menganut agama apa, maka demokrasi menghadapi persoalan yang serius.

Politik seharusnya menjadi ruang untuk memperjuangkan gagasan, program, kepentingan masyarakat, serta masa depan bangsa. Bukan menjadi arena untuk mempertentangkan identitas.

Jangan Biarkan Sentimen Agama Menjadi Senjata Politik

Penggunaan sentimen agama dalam politik bukan persoalan sederhana. Ketika identitas keagamaan mulai dijadikan alat untuk membangun dukungan sekaligus menjatuhkan kelompok lain, polarisasi masyarakat dapat semakin tajam.

Begitu pula dengan politik ideologis yang menempatkan kelompok tertentu sebagai kawan atau lawan berdasarkan identitas politiknya.

Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara. Karena itu, perbedaan pilihan politik semestinya tidak menghilangkan persaudaraan sebagai sesama warga negara.

Pemilu adalah mekanisme konstitusional untuk menentukan kepemimpinan melalui suara rakyat. Perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi.

Yang menjadi berbahaya adalah ketika perbedaan tersebut berubah menjadi permusuhan berdasarkan agama, ideologi, kelompok, atau identitas sosial.

Tiga Tahun Menjelang 2029 Harus Menjadi Masa Kewaspadaan

Tiga tahun menjelang Pemilu 2029 seharusnya menjadi momentum untuk membangun kesadaran politik masyarakat, bukan memperbesar jurang perpecahan.

Aktivis, relawan, tokoh masyarakat, elite politik, dan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar kompetisi politik tetap berada dalam koridor demokrasi.

Jangan sampai politik hanya menjadi pertarungan tentang siapa yang harus menang dan siapa yang harus kalah.

Lebih jauh dari itu, politik harus menjadi sarana untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi tujuan utama.

Kita boleh berbeda pilihan. Kita boleh berbeda pandangan politik. Kita boleh mendukung calon atau kelompok yang berbeda.

Tetapi jangan sampai perbedaan tersebut membuat kita kehilangan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Jika politik sudah menganut prinsip bahwa kawan dan lawan ditentukan berdasarkan agama serta ideologi, maka kondisi tersebut patut diwaspadai.

Sebab, dari sinilah potensi guncangan politik dapat muncul.

Pemilu 2029 memang masih tiga tahun lagi. Namun, menjaga demokrasi, persatuan, dan kedewasaan politik tidak boleh menunggu sampai tahun pemilu tiba.

Waspada sejak sekarang. Jangan biarkan sentimen agama dan politik ideologis menjadi bahan bakar yang membakar persatuan bangsa.***

Deskripsi:

Source: MUHAMMAD ALFARIEZIE
Tags: aktivisDemokrasiDemokrasi IndonesiaIsu Politikopini politikPancasilapemiluPemilu 2029persatuan bangsapolarisasi politikpolitik 2029politik agamapolitik identitaspolitik ideologisPolitik Indonesiapolitik kepentingan.relawanRidwan 98sentimen agamatahun politik
ShareTweetSendShare
Previous Post

Tolak Tim DLH, RM Sambel Seruit Bu Lin Kini Jadi Sorotan Aktivis dan DPRD

Next Post

Konflik Kebun Sawit Bekri Bergulir, PTPN Diminta Tunjukkan Sertifikat dan Peta HGU

Next Post
Konflik Kebun Sawit Bekri Bergulir, PTPN Diminta Tunjukkan Sertifikat dan Peta HGU

Konflik Kebun Sawit Bekri Bergulir, PTPN Diminta Tunjukkan Sertifikat dan Peta HGU

Janji Pengganti GOR Saburai dan Hibah Rp128,5 Miliar Jadi Sorotan, Publik Minta Keterbukaan

Janji Pengganti GOR Saburai dan Hibah Rp128,5 Miliar Jadi Sorotan, Publik Minta Keterbukaan

Proyek Trotoar Sultan Agung Jadi Perhatian, Ormas Minta KPK dan BPK Turun Memeriksa

Proyek Trotoar Sultan Agung Jadi Perhatian, Ormas Minta KPK dan BPK Turun Memeriksa

Andri Saputra: Pramuka Jadi Ruang Nyata Siswa Belajar Disiplin dan Berani

Andri Saputra: Pramuka Jadi Ruang Nyata Siswa Belajar Disiplin dan Berani

Sekretariat DPRD Lamsel Disorot, Anggaran Besar Diminta Sejalan dengan Manfaat untuk Rakyat

Sekretariat DPRD Lamsel Disorot, Anggaran Besar Diminta Sejalan dengan Manfaat untuk Rakyat

Berita Populer

  • Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    Hobi Mancing? Berikut Doa Memancing Ikan agar Hasilnya Melimpah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adik Umar Ahmad Maju di Pilkada Tubaba 2024: Kandidat Paling Kuat Menurut Sejumlah Pihak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar dari Kegagalan: 10 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula dan Cara Menghindarinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intrapreneur vs Entrepreneur: Apa Bedanya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis! Strategi Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat dan Cerdas di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terkini

Polemik Sumbangan Masjid MTsN 1 Kalianda, Aturan Komite Sekolah Jadi Sorotan

Polemik Sumbangan Masjid MTsN 1 Kalianda, Aturan Komite Sekolah Jadi Sorotan

October 23, 2026
Dr. Budiono Dorong Unila Menembus Kelas Dunia, Alumni Diminta Berkontribusi

Dr. Budiono Dorong Unila Menembus Kelas Dunia, Alumni Diminta Berkontribusi

October 23, 2026
Habiburokhman Sebut Dr. Budiono Punya Jejaring Strategis untuk Percepat Kemajuan Unila

Habiburokhman Sebut Dr. Budiono Punya Jejaring Strategis untuk Percepat Kemajuan Unila

October 22, 2026
Dulu Keras terhadap Penguasa, Kini Rocky Gerung Menghadapi Ujian Paling Besar

Dulu Keras terhadap Penguasa, Kini Rocky Gerung Menghadapi Ujian Paling Besar

October 19, 2026
Dr. Budiono Bicara Kampus B dan Beasiswa Desa, Lampung Barat Berpeluang Jadi Perhatian Unila

Dr. Budiono Bicara Kampus B dan Beasiswa Desa, Lampung Barat Berpeluang Jadi Perhatian Unila

October 18, 2026
Pantaufinance.com

Portal berita online yang menghadirkan informasi terkini seputar dunia keuangan, investasi, pasar modal, dan berbagai topik terkait ekonomi global dan lokal. Sebagai sumber informasi yang terpercaya, kami berkomitmen untuk menyajikan berita-berita terkini dengan akurat, cepat, dan mendalam.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Berita Keuangan
    • Keuangan Pribadi
    • Pendidikan Keuangan
    • Teknologi Keuangan
  • Bisnis dan Kewirausahaan
  • Infrastruktur
  • Investasi
  • Network
  • Indeks

© 2024 Pantaufinance.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In